NTTBersuara.id,OELAMASI,– Para petani di Kabupaten Kupang menyampaikan keluh kesah mereka terkait sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi jenis Urea, yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan hasil pertanian. Kondisi ini disampaikan langsung kepada Anggota DPR RI dari Komisi IV Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, saat melaksanakan kegiatan Reses di Takari, Kabupaten Kupang pada Minggu 14 Desember2025..
Keluhan ini mencuat karena saat petani mendatangi distributor, pupuk bersubsidi yang tersedia justru hanya jenis NPK, sementara kebutuhan mendesak mereka adalah pupuk Urea.
Usman Husin, yang dihubungi melalui pesan whatsapp (WA) usai kegiatan resesnya, membenarkan adanya keluhan tersebut.
Menanggapi keluhan para petani, Usman Husin langsung mengambil tindakan cepat dengan menghubungi Senior Manager PT. Pupuk Indonesia Wilayah Nusa Tenggara, Sidharta, untuk menyampaikan permasalahan kelangkaan pupuk bersubsidi jenis Urea di Kabupaten Kupang.
Sesuai penjelasan Sidharta, pihak PT Pupuk Indonesia Wilayah Nusa Tenggara telah menerima laporan terkait kesulitan petani dalam mencari pupuk subsidi jenis Urea.
Menurut Sidharta, kondisi ini disebabkan oleh menipisnya sisa alokasi pupuk bersubsidi jenis Urea tahun 2025. Data menunjukkan bahwa alokasi Pupuk Urea untuk Kabupaten Kupang sebanyak 4.450 ton, yang telah disalurkan sebanyak 4.346,5 ton, dan sisa alokasi saat ini tinggal 104 ton saja.
Sebagai upaya mengatasi masalah ini, PT Pupuk Indonesia Wilayah Nusa Tenggara telah mengusulkan penambahan alokasi ke Dinas Pertanian Provinsi NTT, dan telah terbit Alokasi Tambahan menjadi 4.950 Ton (Naik 500 Ton).
Selain itu, Dinas Pertaninan dan Ketahanan Pangan (Distanpan) Kabupaten Kupang juga telah mengeluarkan keputusan nomor 188.48/1818/DISTANPAN/XII.E/2025 tentang realokasi Kedelapan Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian Kabupaten Kupang Tahun Anggaran 2025.
Sesuai keputusan tersebut, jumlah pupuk bersubsidi Urea dinaikkan dari 4.450.000 ton menjadi 4.950.000 ton, sementara pupuk bersubsidi jenis NPK naik dari 4.250.000 ton menjadi 4.410.000 ton.
Usman Husin berharap masalah kelangkaan pupuk bersubsidi jenis Urea ini dapat segera diatasi oleh pemerintah dan PT Pupuk Indonesia, sehingga kebutuhan petani akan pupuk Urea dan jenis pupuk lainnya dapat terpenuhi, dan tidak mengganggu tingkat produksi tanaman pertanian terutama padi dan jagung.(lya)











Komentar