NTTBersuara.id, KUPANG,– Rasa resah melanda warga Kota Kupang saat pasokan gas elpiji tiba-tiba menghilang dari sejumlah kios dan toko di seluruh penjuru kota. Kejadian ini terjadi tepat di tengah bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, menyebabkan kekhawatiran besar di masyarakat yang berusaha memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk memasak selama momen penting tersebut.
Tabung gas yang biasanya mudah ditemukan di berbagai titik kini hanya menyisakan kekosongan. Bukan hanya langka, tetapi benar-benar tidak ada sama sekali, sehingga banyak warung dan rumah tangga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.
Dampaknya langsung terasa, sejumlah warung makan tidak mampu beroperasi dan terpaksa menutup sementara. Di rumah, warga kesulitan memenuhi kebutuhan makanan, terutama saat persiapan menyambut Lebaran sudah semakin dekat.
Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Usman Husin, mengaku telah menerima laporan dari warga terkait kelangkaan ini. “Saya dibanjiri laporan sejak beberapa hari terakhir; pesan masuk melalui telepon dan aplikasi percakapan semuanya mengeluhkan hal yang sama: gas elpiji tidak bisa ditemukan di mana pun,” ujarnya Jumat, 7 Maret 2026.
Ia menambahkan, “Ada warung yang terpaksa tutup karena tidak ada gas. Artinya sudah ada yang menjadi korban dari kondisi ini.” Usman juga mengaku langsung melakukan penelusuran ke sejumlah pangkalan dan toko penjual elpiji di kota, dan hasilnya sesuai dengan laporan warga—stok gas habis di berbagai titik distribusi.
Kelangkaan ini dikabarkan sudah berlangsung hampir sepekan tanpa ada kepastian kapan pasokan akan kembali normal. “Ini sangat berbahaya jika dibiarkan berlarut-larut,” tegas Usman. Ia menilai kondisi ini perlu segera ditangani karena gas elpiji merupakan kebutuhan pokok yang hampir digunakan setiap hari oleh rumah tangga dan pelaku usaha kecil.
“Pertamina harus bertanggung jawab atas kondisi ini. Jangan sampai masyarakat dibiarkan kesulitan mendapatkan bahan bakar. Mereka harus segera mengambil tindakan nyata,” tandasnya, mendesak pihak berwenang untuk segera mencari solusi.
Warga berharap pasokan gas dapat kembali normal dalam satu hingga dua hari ke depan, agar kebutuhan memasak menjelang Lebaran dapat terpenuhi. “Semoga dalam satu dua hari ini gas sudah tersedia kembali. Jangan sampai pada hari raya nanti masyarakat masih mengalami kesulitan,” ujarnya.
Menurut Usman, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama selama momen penting seperti Idul Fitri, harus menjadi prioritas utama. Ia menegaskan, “Tidak ada alasan untuk menunda penanganan kelangkaan ini. Dampaknya sudah nyata dan harus segera diatasi demi kenyamanan masyarakat.”(lya)











Komentar