GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Pengelola TBM Gading Taruna Minta Dukungan BI NTT – Integrasikan Literasi dengan Pertanian dan UMKM di Kelurahan Bello

Pengelola TBM Gading Taruna Minta Dukungan BI NTT – Integrasikan Literasi dengan Pertanian dan UMKM di Kelurahan Bello

NTTBersuara.id,KUPANG,–Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Gading Taruna Kupang, Goris Takene, meminta dukungan dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memperkuat program literasi yang terintegrasi dengan sektor pertanian dan ekonomi masyarakat di Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Goris, yang juga menjabat sebagai Ketua RW 003 Kelurahan Bello, menyampaikan hal itu di hadapan Kepala Perwakilan BI NTT, Adidoyo Prakoso, saat kunjungan ke Kapela Santo Agustinus Bello pada Kamis 16 April 2026 sore. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka penyaluran bantuan sarana dan prasarana kepada umat Kapela Bello.

Menurut Goris, TBM Gading Taruna tidak hanya berfungsi sebagai pusat literasi, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat, khususnya petani. “Kami berharap pihak BI dapat mendukung kegiatan literasi yang bersinergi dengan peningkatan kapasitas petani dan pelaku UMKM di Bello,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan fasilitas dan pendanaan guna menunjang produktivitas petani serta pengembangan usaha kecil masyarakat. Hal ini dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan warga melalui penguatan ekonomi berbasis komunitas.

BI Siap Tinjau Dukungan Melalui Program Pelatihan

Saleh Husin: UI Green Marathon Akan Jadi Ikon Kampus dan Bantu Mahasiswa Kurang Mampu

Menanggapi permintaan tersebut, Adidoyo Prakoso menyatakan pihaknya akan meninjau kemungkinan dukungan melalui program yang dimiliki BI, khususnya di bidang pelatihan. “Kami akan melihat program yang tersedia, terutama terkait pelatihan bagi petani,” katanya singkat.

Dalam kesempatan itu, Goris turut memperkenalkan inisiatif “lapak tani” atau etalase umat yang berada di depan kapela. Lapak tersebut menjadi tempat bagi warga memasarkan hasil kebun, produk olahan, dan berbagai usaha kecil lainnya, yang rutin digelar setiap hari Minggu.

Ia menjelaskan, keberadaan etalase umat tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga sebagai langkah membangun ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi warga. “Melalui kegiatan ini, masyarakat didorong untuk lebih produktif dan mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri,” ujarnya.

Goris berharap BI dapat memberikan dukungan berupa pembinaan, pendampingan, serta penguatan kapasitas usaha agar program tersebut berkembang secara berkelanjutan.

Sebelum meninggalkan lokasi, Adidoyo Prakoso bersama rombongan menyempatkan diri membeli sayur segar yang dijual warga di lapak yang berada di teras rumah warga persis di depan Kapela Bello. Ia bahkan meminta salah satu stafnya untuk membeli seluruh dagangan yang tersedia saat itu, sebagai bentuk dukungan langsung terhadap petani lokal.(lya)

Jabatan Adalah Amanah, Wali Kota Ingatkan Pentingnya Integritas dan Pelayanan Prima

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement