GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Infrastruktur
Beranda / Infrastruktur / Dinas PUPR Kupang Ditegur Pansus – Jalan Puri Indah Tak Pakai Aspal, Padahal Kontrak Rp1,4 Miliar

Dinas PUPR Kupang Ditegur Pansus – Jalan Puri Indah Tak Pakai Aspal, Padahal Kontrak Rp1,4 Miliar

Dinas PUPR Kupang Ditegur Pansus – Jalan Puri Indah Tak Pakai Aspal, Padahal Kontrak Rp1,4 Miliar

NTTBersuara.id,KUPANG,–Anggota Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Kupang Robi Kan menegaskan bahwa pekerjaan perbaikan jalan di Jalan Puri Indah yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang ditemukan tidak sesuai spesifikasi teknis yang telah disepakati. Hal ini terungkap saat Pansus melakukan peninjauan langsung lokasi pada Rabu 22 April 2026.

“Pekerjaan jalan ini terkesan asal jadi. Jalan berlubang yang diperbaiki tidak menggunakan aspal, melainkan campuran semen, padahal konstruksi yang disepakati adalah hotmix,” ujarnya kepada wartawan di lokasi.

Robi menjelaskan, dengan nilai kontrak yang mencapai sekitar Rp1,4 miliar, pekerjaan tersebut seharusnya dapat dilakukan dengan kualitas yang baik. Apalagi proyek ini hanya bersifat rehabilitasi atau perbaikan, bukan pembangunan jalan baru secara keseluruhan.

Namun, menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan pekerjaan hanya dilakukan dengan sistem tambal sulam menggunakan campuran semen, yang dinilai tidak tepat. “Kalau menggunakan campuran semen, jelas permukaan jalan bisa menjadi lebih licin. Selain itu, perlu dipertanyakan apakah metode tersebut sudah sesuai dengan perencanaan awal,” tegasnya.

Pansus LKPJ kemudian meminta agar Dinas PUPR Kota Kupang segera melakukan pengecekan ulang secara menyeluruh dan memperbaiki pekerjaan tersebut agar sesuai standar yang berlaku.

Wagub NTT Meninjau Jembatan Asam Tiga Yang Ambruk, Target Jalur Alternatif Selesai 3–5 Hari

Dinas PUPR: Pekerjaan Masih Dalam Proses

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Kupang Maxi Dethan memberikan klarifikasi terkait temuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa penggunaan campuran semen merupakan bagian dari tahapan awal pekerjaan.

“Penutupan lubang dengan campuran semen itu hanya tahap awal. Setelah itu, baru akan dilanjutkan dengan pelapisan aspal hotmix,” jelasnya.

Maxi menegaskan bahwa pekerjaan jalan tersebut masih dalam proses pelaksanaan dan telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan teknis yang telah ditetapkan.(lya)

Pembangunan Kantor Lurah Airnona Senilai Rp1,37 Miliar Terlambat, Kontraktor Didenda, Terancam PHK

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement