NTTBersuara.id, BOGOR,– Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menghadiri dan menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan (Rakorendal) Tahun 2025, yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia (RI). Kegiatan ini berlangsung di Hotel Aston Sentul Lake Resort & Conference Center, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Selasa 18 November 2025.
Dalam Rakorendal tersebut, Wagub Johni Asadoma menyampaikan sejumlah isu strategis terkait kondisi wilayah perbatasan di NTT, khususnya yang berbatasan dengan Timor Leste. Ia menyoroti perlunya penguatan infrastruktur dasar, konektivitas antarwilayah, dan pelayanan publik agar pengelolaan perbatasan berjalan optimal.
“Percepatan pembangunan perbatasan hanya bisa berhasil jika ada sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan kementerian/lembaga. Pendekatan terpadu dan adaptif sangat penting agar masyarakat di perbatasan benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar Wagub Johni.
Lebih lanjut, Wagub Johni Asadoma menekankan bahwa perbatasan bukan hanya soal keamanan, tetapi juga pintu bagi pembangunan ekonomi dan sosial.
Rakorendal 2025 ini turut dihadiri oleh 18 Kepala Daerah dari provinsi perbatasan, dan sejumlah pejabat dari kementerian terkait. (lya)














Komentar