NTTBersuara.id, KUPANG,– Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mendorong penguatan edukasi HIV-AIDS di sekolah dan lingkungan masyarakat untuk menekan angka penularan yang terus meningkat di Kota Kupang. Instruksi ini disampaikan dalam pertemuan bersama Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang, Rabu 15 Oktober 2025
Sekretaris KPAD Kota Kupang melaporkan temuan praktik prostitusi yang melibatkan anak-anak usia sekolah, bahkan lebih banyak dari yang diberitakan sebelumnya. KPAD meminta dukungan Pemerintah Kota untuk menerbitkan edaran resmi agar setiap sekolah wajib menyelenggarakan sosialisasi HIV-AIDS minimal satu kali dalam setahun.
Menanggapi hal ini, Wali Kota menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Kesehatan untuk menyiapkan edaran resmi yang mewajibkan sosialisasi tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV-AIDS minimal tiga kali dalam setahun. Seluruh OPD juga diminta menggelar sosialisasi serupa bagi ASN dan keluarga mereka.
Wali Kota juga menegaskan pentingnya mengaktifkan kembali Warga Peduli AIDS (WPA) di 51 kelurahan untuk mendeteksi kasus baru, melakukan edukasi, dan mengurangi stigma terhadap ODHA. Ia meminta agar seluruh kegiatan KPAD dapat diintegrasikan dengan program dinas lain dan mendorong agar setiap kegiatan pemerintah dapat disisipkan materi edukasi tentang HIV-AIDS.
Kerja sama lintas sektor, termasuk razia gabungan dengan aparat kepolisian dan DP3A dalam penanganan kasus anak-anak yang terlibat dalam prostitusi online, juga menjadi perhatian Wali Kota. Ia menekankan pendekatan edukatif dan pendampingan yang humanis.
Wali Kota menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari visi Pemerintah Kota Kupang untuk mewujudkan “Kota Kupang sebagai Kota Kasih yang Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Berkelanjutan.”











Komentar