GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Wakil Wali Kota Kupang Buka Bakti Sosial Kesehatan Gratis – ‘Gereja Jadi Pusat Pelayanan Sosial yang Nyata’

Wakil Wali Kota Kupang Buka Bakti Sosial Kesehatan Gratis – ‘Gereja Jadi Pusat Pelayanan Sosial yang Nyata’

Wakil Wali Kota Kupang Buka Bakti Sosial Kesehatan Gratis – 'Gereja Jadi Pusat Pelayanan Sosial yang Nyata'

NTTBersuara.id,KUPANG,–Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., secara resmi membuka Kegiatan Bakti Sosial Kesehatan Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis yang digelar di Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Kota Baru pada Jumat 1 Mei 2026. Kegiatan tersebut terselenggara atas kolaborasi Majelis Jemaat GMIT Kota Baru bersama Rumah Sakit Mamami sebagai wujud pelayanan nyata kepada masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Jemaat GMIT Kota Baru Pdt. Febi M. B. Messakh-Frans, S.Th., beserta jajaran, perwakilan tim pelayanan RS Mamami Roulina Damanik beserta dokter spesialis, dokter pelayanan, dokter umum, dan tim medis, Ketua Yayasan Mamami Kupang Reinheart Damanik, SE., MM., Ketua TP PKK Kota Kupang dr. Widya Cahya, Ketua Panitia Nimrod Akbar, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh jemaat GMIT Kota Baru.

“Gereja Buktikan Peran Sebagai Pusat Pelayanan Sosial”

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menggagas kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa gereja terus menunjukkan perannya bukan hanya sebagai tempat persekutuan iman, tetapi juga sebagai pusat pelayanan sosial, pelestarian budaya, serta penguatan persaudaraan di tengah masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang dan pribadi, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Majelis Jemaat GMIT Kota Baru yang telah menyelenggarakan kegiatan penuh makna ini bersama-sama dengan Rumah Sakit Mamami,” ujar Serena.

MTQ Kota Kupang ke-31 Dibuka Wakil Wali Kota – ‘Bukan Hanya Lomba, Tapi Wadah Menumbuhkan Kecintaan pada Al-Qur’an’

Pada kesempatan itu, ia juga membagikan pengalaman pribadinya terkait pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Mamami. Ia mengenang bahwa sejak kecil dirinya jarang sakit, dan hanya satu kali menjalani perawatan di rumah sakit, yakni di RS Mamami saat masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Saya masih ingat waktu itu sekitar tahun 2008 atau 2009 saat ada wabah flu Singapura. Saya dirawat bersama kakak saya di Rumah Sakit Mamami, dan pelayanannya luar biasa. Sampai hari ini Mamami tetap menjadi salah satu rumah sakit terdepan dan pilihan masyarakat Kota Kupang,” ungkapnya.

Kegiatan Sejalan dengan Visi “Kota Kasih”, Dukung Kesejahteraan Masyarakat

Lebih lanjut, Serena menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial kesehatan tersebut sangat sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kupang, yakni Kota Kasih sebagai rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat merupakan bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan warga.

“Ketika masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, maka kualitas hidup akan meningkat dan harapan masa depan menjadi lebih baik. Kepedulian seperti ini adalah fondasi kesejahteraan yang nyata,” jelasnya.

Pemprov NTT Gelar Diskusi Tripartit Hari Buruh – Gubernur Dorong Pekerja Naik Kelas Jadi Pengusaha

Ia juga mengaitkan semangat kegiatan tersebut dengan pelaksanaan Bulan Budaya di Kota Kupang, yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merawat identitas warisan leluhur, memperkuat nilai kebersamaan, serta menanamkan rasa bangga terhadap budaya lokal kepada generasi muda.

Wakil Wali Kota berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi jemaat lain maupun seluruh komponen masyarakat untuk menghadirkan gerakan kasih di tengah kehidupan sosial.

“Semakin banyak gerakan kasih yang lahir dari tengah masyarakat, maka semakin cepat pula terwujud Kota Kupang sebagai rumah bersama yang nyaman dan membanggakan,” pungkasnya sebelum membuka kegiatan secara resmi.

Pdt. Febi: “Gereja Harus Keluar dari Tembok, Menjangkau Kebutuhan Masyarakat”

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GMIT Kota Baru Pdt. Febi M. B. Messakh-Frans, S.Th., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa rangkaian bakti sosial kesehatan telah diawali sejak pagi hari dengan Senam Jantung Sehat bersama Yayasan Jantung Indonesia Nusa Tenggara Timur yang diketuai Ir. Theodorus Widodo. Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan peluncuran dan pengukuhan Klub Jantung Sehat Indonesia milik GMIT Kota Baru sebagai gerakan bersama untuk membangun kesadaran hidup sehat di tengah jemaat dan masyarakat.

Gubernur NTT Buka Dialog Peringatan Hari Buruh 2026: Kolaborasi Trìpilar Untuk NTT Sejahtera

Menurutnya, kehadiran gereja di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata. Mengusung tema Gereja Melayani, Kota Diberkati, ia menegaskan bahwa ketika gereja keluar dari batas-batas tembok dan menjangkau kebutuhan masyarakat, maka di sanalah berkat Tuhan dinyatakan. Pelayanan kesehatan yang dilakukan hari ini, lanjutnya, merupakan bentuk iman yang menyentuh tubuh, hati, dan pengharapan sesama di tengah dunia yang penuh luka.

Ia menambahkan, kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang tidak selalu mudah dijangkau oleh semua orang. Karena itu, kolaborasi antara GMIT Kota Baru dan Rumah Sakit Umum Mamami menjadi wujud tanggung jawab iman sekaligus tanggung jawab sosial gereja. Pdt. Febi juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang atas dukungan yang diberikan, seraya berharap kegiatan ini menjadikan Kota Kupang sebagai kota yang sehat, peduli, dan penuh pengharapan bagi seluruh masyarakat.(lya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement