GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Wali Kota Kupang Komitmen Dukung Forum Air Terpadu, Sinergi Pemerintah Masyarakat Jawab Krisis Air

Wali Kota Kupang Komitmen Dukung Forum Air Terpadu, Sinergi Pemerintah Masyarakat Jawab Krisis Air

NTTBersuara.id,KUPANG,–Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung gerakan kolaboratif pengelolaan sumber daya air saat menerima audiensi Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu Kota Kupang periode 2026–2028. Pertemuan yang dipimpin Ketua Roddialek Pollo, S.P., M.P., berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Kamis (30/4) dan menjadi momentum awal penguatan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menjawab tantangan krisis air yang kian kompleks di Kota Kupang.

Hadir dalam audiensi tersebut Pengarah Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu Kota Kupang, Dr. Ir. Ludji Michael Riwu Kaho, M.Si, Wakil Ketua I Hijayas U. Mode, Wakil Ketua II Juliani F. Talan, Sekretaris Rahmat Mukolang, serta Bendahara Nofdi Pono. Turut mendampingi Wali Kota adalah Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, Kabag Prokopim Setda Kota Kupang Elia C. Tiara, S.STP, dan Plt. Kabag Umum Hubertus Mani, SH.

Dalam suasana diskusi yang hangat dan terbuka, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas inisiatif forum yang digerakkan oleh berbagai unsur, mulai dari akademisi, pemerintah, hingga komunitas peduli lingkungan. “Saya percaya, pertumbuhan dimulai dari kemauan untuk mendengar. Pemerintah Kota Kupang membuka ruang selebar-lebarnya untuk kolaborasi. Apa pun yang bisa kita kerjakan bersama di 2026, mari kita wujudkan,” ujar Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa Pemkot Kupang siap memberikan dukungan penuh terhadap program-program forum, mulai dari fasilitasi kegiatan, dukungan logistik, hingga penyediaan ruang sekretariat. “Kalau ada kebutuhan, langsung komunikasikan. Prinsip saya jelas: harus komunikatif, responsif, dan kita support penuh. Ini kerja-kerja baik yang harus kita dorong bersama,” tegasnya.

Ketua Forum, Roddialek Pollo yang juga akademisi Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, menjelaskan bahwa forum ini merupakan inisiatif masyarakat yang menghimpun berbagai pihak untuk membantu pemerintah dalam pengelolaan sumber daya air secara terpadu.

Wakil Wali Kota Kupang Buka Bakti Sosial Kesehatan Gratis – ‘Gereja Jadi Pusat Pelayanan Sosial yang Nyata’

Menurutnya, tantangan air di Kota Kupang tidak bisa ditangani secara sektoral, melainkan membutuhkan pendekatan kolaboratif berbasis ilmu pengetahuan dan partisipasi masyarakat. “Kami hadir untuk membantu pemerintah. Forum ini berisi berbagai unsur, dari ilmuwan, praktisi, hingga komunitas. Semua bergerak bersama untuk satu tujuan: menjaga keberlanjutan air,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya langkah preventif seperti konservasi daerah aliran sungai (DAS) dan penguatan kebijakan berbasis lingkungan untuk menghadapi potensi krisis air dalam 10 tahun ke depan.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Forum, Ani Talan, memaparkan sejumlah aksi nyata yang telah dilakukan bahkan sebelum pengukuhan resmi forum, di antaranya penanaman ratusan pohon di kawasan DAS, pengembangan lubang biopori di 10 kelurahan, serta pembentukan forum kecil penjaga DAS di tingkat masyarakat.

Dari sekitar 270 pohon yang ditanam, tingkat keberhasilan mencapai lebih dari 90 persen. Selain itu, forum juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat terkait konservasi air dan pelaporan kebocoran jaringan air bersih. “Kami tidak hanya bicara konsep, tetapi sudah bergerak di lapangan. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, tinggal bagaimana kita memperkuat kolaborasi agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan,” ungkap Ani.

Dalam audiensi tersebut juga disepakati rencana pengukuhan pengurus Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu Kota Kupang yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Wali Kota bahkan mengusulkan agar kegiatan pelantikan digelar di Aula Rumah Jabatan sebagai simbol dukungan penuh pemerintah terhadap gerakan ini.(lya)

MTQ Kota Kupang ke-31 Dibuka Wakil Wali Kota – ‘Bukan Hanya Lomba, Tapi Wadah Menumbuhkan Kecintaan pada Al-Qur’an’

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement