NTTBersuara.id, JAKARTA,– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa kondisi sektor keuangan Indonesia tetap kuat dan stabil meskipun Fitch Ratings baru saja memutuskan mempertahankan peringkat kredit sovereign Indonesia di level BBB dan merevisi outlook dari Stabil menjadi Negatif. Keputusan ini menimbulkan perhatian dan pengawasan dari OJK untuk memastikan ketahanan sistem keuangan nasional tetap terjaga.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa OJK begitu mencermati keputusan Fitch Ratings tersebut dan memahami berbagai pertimbangan yang melatarbelakangi penilaian outlook tersebut. “Peringkat BBB ini menunjukkan bahwa Indonesia tetap memiliki kapasitas pembayaran utang yang baik, namun outlook negatif mencerminkan risiko eksternal dan dinamika global yang perlu dimitigasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Dalam situasi ini, OJK bersama pemerintah dan otoritas terkait terus memperkuat koordinasi kebijakan guna memastikan kondisi sistem keuangan tetap kondusif sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berjalan secara stabil dan resilien.” Ia menegaskan bahwa reformasi struktural maupun pengawasan tetap menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan pasar keuangan.
Friderica juga menegaskan bahwa penilaian Fitch tidak merefleksikan penurunan terhadap fundamental ekonomi Indonesia. “Penegasan peringkat ini merupakan pengakuan terhadap rekam jejak Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi, tingkat utang yang moderat, dan prospek pertumbuhan yang tetap resilien,” katanya. Ia menambahkan bahwa fundamental sektor keuangan tetap kuat, termasuk permodalan lembaga keuangan yang jauh di atas ketentuan minimum.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa likuiditas dan profil risiko bank-bank di Indonesia tetap terkelola secara prudent. “Intermediasi keuangan terus tumbuh sejalan dengan fundamental ekonomi, sehingga mendukung pembiayaan sektor produktif dan pembangunan jangka panjang,” terang Friderica. Ia menegaskan bahwa semua ini menegaskan ketahanan sektor keuangan yang kuat di tengah tantangan global.
Secara khusus, Friderica mengungkapkan bahwa reformasi pasar modal yang sedang berjalan berdasarkan Roadmap 2023–2027 terus menunjukkan kemajuan. “Reformasi ini mencakup peningkatan transparansi kepemilikan, penguatan ketentuan free float, serta penegakan hukum yang tegas untuk memperkuat tata kelola dan integritas pasar,” tuturnya.
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa penilaian Fitch yang menempatkan Indonesia relatif lebih baik dibanding beberapa negara peers adalah bentuk pengakuan terhadap kapasitas kebijakan dan institusional yang kuat di Indonesia. “Ini adalah bentuk kepercayaan terhadap keberlanjutan reformasi dan pengelolaan risiko yang solid,” katanya.
OJK sebagai anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memastikan keselarasan kebijakan. “Kami akan memastikan agar seluruh langkah yang diambil tetap sejalan, kredibel, dan mampu menjaga stabilitas keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” terangnya.
Penegasan ini didukung oleh kekuatan fundamental ekonomi Indonesia, seperti permintaan domestik yang tetap stabil dan pengelolaan kebijakan yang prudent. “Permintaan domestik yang stabil dan keberlanjutan reformasi menjadi fondasi utama bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tegas Friderica.
Ia menutup bahwa reformasi yang kredibel, pengawasan yang efektif, dan koordinasi kebijakan yang erat akan semakin memperkuat ketahanan sektor jasa keuangan dan meningkatkan kepercayaan investor. “Kita yakin, dengan komitmen ini, Indonesia akan mampu menghadapi risiko eksternal dan terus memperkuat posisi ekonomi secara berkelanjutan,” pungkasnya.(lya)











Komentar