GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Kupang Lampion Food Street Market 2026 Resmi Dibuka, Dorong Ekonomi Kreatif dan UMKM

Kupang Lampion Food Street Market 2026 Resmi Dibuka, Dorong Ekonomi Kreatif dan UMKM

NTTBersuara.id, KUPANG,– Festival Kupang Lampion Food Street Market 2026 resmi dibuka pada Jumat 6 Maret 2026 pukul 17.00 WITA di area depan Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jalan El Tari, Kupang. Kegiatan ini diinisiasi oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) sebagai puncak perayaan Imlek 2577 Cap Go Meh, yang menampilkan berbagai hiburan dan pameran kuliner lintas budaya.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival yang bertema “Harmoni dalam Keberagaman” ini. “Acara ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan destinasi pariwisata di Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Gubernur melanjutkan, “Melalui kegiatan seperti ini, kita mampu memperkuat harmoni sosial dan memperkenalkan kekayaan budaya serta kuliner khas daerah kepada masyarakat dan wisatawan yang hadir.” Ia juga menegaskan pentingnya menjaga semangat toleransi dan keberagaman dalam keberhasilan pembangunan daerah.

Acara ini berlangsung selama tiga hari, dari 6 hingga 8 Maret 2026, yang diisi berbagai penampilan seni budaya, kompetisi seni, bazar UMKM, dan food festival. Pada malam hari, suasana semakin meriah dengan lampion-lampion cantik yang menghiasi seluruh area acara, memperindah suasana dan sebagai simbol harapan serta keberagaman masyarakat.

Ketua Panitia, dr. Andree Hartanto, menyebutkan bahwa ada sekitar 70 hingga 80 stand UMKM yang turut serta memeriahkan acara ini. “Kalau kita lihat di sekitar sini, ada sekitar 70 sampai 80 stand UMKM yang sudah sold out dan bahkan ada waiting list. Semoga tahun depan kami bisa menambah kapasitasnya,” katanya.

Gubernur NTT Terima Audiensi Flores Komodo Tours, Siapkan Selamat Datang Kapal Pesiar Oceania Vista

Andree juga mengungkapkan bahwa estimasi transaksi selama kegiatan ini mencapai Rp500 juta per hari. “Kalau dikalkulasi, kurang lebih transaksi harian sekitar 30.000 dolar AS atau Rp500 juta, ini merupakan event pertama di NTT dan di Kupang,” jelasnya. Ia berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan dan bagian dari calendar of event pariwisata dan ekonomi kreatif Provinsi NTT.

Sementara itu, Ketua PSMTI NTT, Hengky Lianto, menyampaikan bahwa budaya dan keberagaman harus terus dirayakan bersama sebagai kekuatan bangsa. “Melalui keberagaman ini, kita memperkaya jati diri masyarakat NTT. Lampion yang bersinar ini melambangkan semangat persaudaraan dan kebersamaan,” ujarnya. Ia berharap festival ini mampu menjadi langkah nyata dalam menggerakkan ekonomi rakyat dan meningkatkan transaksi ekonomi daerah.

Acara pembukaan ini turut dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, dan perwakilan asing seperti anggota DPD RI, Abraham Paul Liyanto, Ketua DPRD NTT, Emilia Nomleni, serta Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, Adidoyo Prakoso. Kehadiran lampion yang menghiasi area acara tidak hanya memperindah suasana malam, tetapi juga menegaskan bahwa harmoni dan keberagaman adalah fondasi dalam membangun ekonomi kreatif dan usaha rakyat di Kota Kupang dan NTT.(lya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement