GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Politik
Beranda / Politik / Anggota DPRD Kota Kupang Kritik Pemasangan Lampu Hias di Taman Nostalgia, Sebut Pemborosan Anggaran

Anggota DPRD Kota Kupang Kritik Pemasangan Lampu Hias di Taman Nostalgia, Sebut Pemborosan Anggaran

NTTBersuara.id, KUPANG,– Anggota Komisi II DPRD Kota Kupang, Randi Daud, menyayangkan pemasangan lampu hias di sepanjang jalan di Taman Nostalgia (Tamnos) yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Kupang. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan pemborosan anggaran dan tidak mengacu pada asas skala prioritas.

“Sebenarnya, sejak awal kegiatan ini sudah dipertanyakan. Mengapa sampai terjadi pemborosan anggaran seperti ini? Sementara di sisi lain, ada kelurahan yang hingga saat ini belum ada lampu penerangan jalan,” jelas Randi Daud.

Randi Daud mempertanyakan mengapa pemerintah terus melanjutkan proyek pemasangan lampu hias di kawasan yang sudah terang saat malam hari, apalagi sudah ada kegiatan Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) yang membuat penerangan sudah memadai.

Ia mengungkapkan bahwa saat melakukan reses, banyak masyarakat mengeluhkan minimnya infrastruktur lampu penerangan jalan di beberapa wilayah. Namun, keluhan ini tidak dapat dipenuhi karena Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang beralasan bahwa tiang dan lampu jalan sudah habis terpasang di semua wilayah.

“Hal ini sangat kontradiksi sekali. Seharusnya, anggaran tersebut difokuskan pada pemeliharaan dan pengadaan tiang dan lampu jalan, untuk menerangi beberapa wilayah yang belum tersentuh sama sekali,” tegasnya.

Usman Husin Minta Pending Kebijakan Pembatasan Wisatawan TN Komodo – Undang Menhut Turun ke TN Mutis Timau

Randi Daud menilai bahwa kegiatan pemasangan lampu hias di Taman Nostalgia terkesan sebagai pemborosan anggaran, apalagi hanya untuk mendukung pelaksanaan program CFN yang belum jelas bentuk dan targetnya. Ia menyarankan agar anggaran tersebut dialokasikan untuk pemeliharaan lampu jalan yang sudah ada atau pengadaan lampu jalan di wilayah yang belum tersentuh.

Meskipun DPRD selalu mendukung program dan kegiatan yang digagas oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, Randi Daud menekankan pentingnya memperhatikan asas manfaat dalam setiap penganggaran.

Berita Terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

Oknum Polisi di Kupang Terancam Hukuman Berat Usai Diduga Cabuli Anak Tiri, Polda NTT Tegaskan Komitmen Transparansi

02

Gubernur NTT Sebut 9.000 Pegawai PPPK Bakal Dirumahkan untuk Rasionalisasi Anggaran

03

Keluarga Agripa Ulurkan Tangan, Salurkan Bantuan Bahan Bangunan untuk Korban Puting Beliung di Bello

04

Warga Bello Keluhkan Pangkalan Minyak Tanah, Distribusi Disebut Tak Tepat Sasaran

05

Survei Voxpol: 80,5% Masyarakat NTT Puas dengan Kinerja Gubernur Melki, Ini Tanggapan Sang Gubernur

Berita Terbaru

SEKDA KOTA KUPANG HADIRI SOSIALISASI HIV/AIDS UNTUK PELAJAR SMP, AJAK JAGA DIRI DAN JADI AGEN PERUBAHAN KUPANG – Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt S.H, mewakili Wali Kota Kupang, menghadiri kegiatan Sosialisasi HIV/AIDS bagi Pelajar Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Wilayah Kota Kupang yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang. Kegiatan ini berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Kamis (16/4). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kota Kupang dr. Widya Cahya, Ketua Persatuan Istri Anggota (PIA) DPRD Kota Kupang Jacqlyne Getruida Odja, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang Ellisah Pelt Tobing, perwakilan Ketua DWP Provinsi NTT, serta para narasumber drg. Retnowati, M.Kes, Julius Tanggu Bore, SH, dan Eirene M. Jusuf, S.Pt., M.Sc. Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kota Kupang menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi yang efektif dalam menyampaikan edukasi kepada generasi muda. Ia mengajak seluruh peserta untuk menyimak materi dengan baik dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun pemahaman yang benar sejak dini. Apa yang adik-adik peroleh hari ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk menjaga diri, membentuk pola hidup sehat, serta berkontribusi dalam lingkungan sosial dan keluarga,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program pemerintah sangat ditentukan oleh kerja sama semua pihak. Edukasi kesehatan, termasuk pencegahan HIV/AIDS, merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sementara itu, Ketua Panitia, Dellya Loa-Johanes dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kota Kupang dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang tepat dan komprehensif kepada generasi muda. “Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang benar mengenai HIV/AIDS, termasuk cara penularan dan pencegahannya, sehingga para pelajar mampu menjaga diri dari berbagai risiko,” jelasnya. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 60 siswa perwakilan dari 21 SMP di Kota Kupang. Para peserta mendapatkan materi terkait kebijakan pemerintah dalam pencegahan HIV/AIDS serta edukasi mengenai bahaya dan upaya pencegahannya di kalangan remaja. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar tidak hanya memahami informasi yang disampaikan, tetapi juga mampu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.






× Advertisement
× Advertisement