GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Politik
Beranda / Politik / Warga Rote Ndao Protes Krisis BBM – Mengapa Pemerintah dan Aparat Tersenyum Diam?

Warga Rote Ndao Protes Krisis BBM – Mengapa Pemerintah dan Aparat Tersenyum Diam?

Warga Rote Ndao Protes Krisis BBM – Mengapa Pemerintah dan Aparat Tersenyum Diam? (End)

NTTBersuara.id, ROTE NDAO,–Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten Rote Ndao terus memicu keluhan masyarakat. Antrean panjang di SPBU, sulitnya memperoleh BBM, hingga harga jual yang melonjak dan diduga tidak sesuai takaran membuat warga semakin resah.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat mulai mempertanyakan sikap Pemerintah Daerah, DPRD, hingga aparat penegak hukum yang dinilai terkesan diam dan belum menunjukkan langkah nyata mengatasi persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga.

Sejumlah warga Rote Ndao seperti Benny, Demus, Robert dan Alex mengaku kecewa karena hingga kini belum melihat respons tegas dari pemerintah maupun aparat terkait.

“Sampai hari ini kami tidak melihat batang hidung atau mendengar suara dari pemerintah, dinas terkait, DPRD maupun aparat hukum yang katanya peduli rakyat,” ujar Benny, Jumat 15 Mei 2026.

Menurut mereka, kondisi kelangkaan BBM saat ini sangat memukul masyarakat kecil, terutama para petani yang sangat bergantung pada BBM untuk aktivitas pertanian. “Alat pertanian sekarang semuanya membutuhkan BBM. Kami terpaksa mengeluarkan biaya besar untuk membeli BBM. Kalau tidak beli, kami tidak bisa merontokkan padi,” katanya.

Gubernur NTT Hadiri Pelantikan Pengurus PAN NTT – Ingatkan Politik Harus Hadir Menjawab Kebutuhan Rakyat

Benny menilai, pada tahun-tahun sebelumnya pemerintah, DPRD maupun aparat penegak hukum biasanya cepat merespons ketika terjadi kelangkaan BBM. Namun kali ini, situasinya justru berbeda.

“Dulu kalau ada masalah rakyat, mereka cepat bergerak. Sekarang persoalan besar seperti BBM malah sepi. Semua membisu,” ungkapnya.

Warga menegaskan bahwa masyarakat sebenarnya tidak mempermasalahkan apakah BBM yang diperoleh merupakan subsidi atau non subsidi. Yang paling penting, kata mereka, BBM tersedia, mudah didapat dan dijual sesuai aturan.

“Intinya barang ada dan sesuai takaran. Tapi kalau kondisi seperti ini terus terjadi, kami akan melakukan aksi demonstrasi karena petani sangat terdampak,” tegas Benny.

Ia juga meminta pemerintah daerah, DPRD dan aparat penegak hukum agar tidak tinggal diam menghadapi kondisi yang menurutnya sudah sangat dirasakan masyarakat luas. “Orang antre berjam-jam, ekonomi terganggu, aktivitas susah, tapi tidak ada juga suara mereka,” katanya.

Anggota DPR RI Usman Husin Temui Masyarakat Desa Oebatu Rote Ndao – Jaring Aspirasi Setelah Temui PPL

Kekecewaan warga semakin besar karena hingga kini belum ada penjelasan resmi yang dianggap mampu menjawab keresahan masyarakat terkait penyebab kelangkaan BBM di daerah tersebut.

Menurut Benny, sikap diam para pihak terkait membuat masyarakat mulai mempertanyakan ada tidaknya kepentingan tertentu di balik persoalan distribusi BBM di Rote Ndao.

“Sampai hari ini tidak ada pernyataan tegas dari pemerintah, DPRD maupun aparat hukum. Wajar kalau masyarakat mulai curiga dan bertanya-tanya ada apa sebenarnya,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah daerah, DPRD, Pertamina serta aparat penegak hukum segera turun tangan untuk memastikan distribusi BBM kembali normal dan tidak semakin menyulitkan masyarakat kecil.

“Kami berharap aparat hukum kembali menjalankan fungsi kontrol sosial dan hadir di tengah persoalan masyarakat. Krisis BBM ini benar-benar dirasakan
rakyat,” pungkasnya. (lya)

Usman Husin Gelar Pertemuan dengan PPL Rote Ndao – Dorong Sinergi untuk Kemandirian Pangan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement