NTTBersuara.id,KUPANG,–Beban pajak dan retribusi daerah, serta minimnya dukungan nyata bagi pelaku usaha kecil menjadi sorotan utama warga dalam kegiatan Reses Tahap III Tahun Sidang 2025/2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Kupang Fraksi Partai Golkar Randi Daud, S.ST., di RT 06/RW 03, Kelurahan Naikoten 2, Kecamatan Kota Raja, Kamis 6 Agustus 2026.
Warga menyampaikan harapan agar pemerintah tidak hanya berfokus pada bantuan untuk kebutuhan konsumtif, namun juga membuka akses permodalan yang memadai agar mereka dapat mengembangkan usaha kecil dan meningkatkan pendapatan keluarga secara mandiri.
Kebijakan fiskal daerah juga menjadi bahan kritik. Warga menilai kenaikan pajak parkir dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) semakin membebani masyarakat berpenghasilan rendah. Mereka meminta nilai pungutan tersebut ditinjau kembali dan pemerintah tidak hanya mengandalkan peningkatan pajak serta retribusi untuk menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Carilah sumber pendapatan baru melalui inovasi dan potensi daerah, jangan hanya membebani rakyat kecil,” ujar salah satu warga.
Selain itu, warga juga mengeluhkan ketidakakuratan sistem administrasi perpajakan. Sebagian mengaku sudah melunasi kewajiban, namun masih tercatat menunggak dan kembali ditagih. Mereka meminta perbaikan sistem serta mekanisme pengaduan yang mudah dan transparan guna menjamin hak-hak wajib pajak.
Warga juga berharap pemerintah memperbanyak pelatihan kewirausahaan yang terarah dan berkelanjutan agar keterampilan masyarakat meningkat serta terbuka peluang usaha baru.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Randi Daud memastikan seluruh usulan akan dicatat dan diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD. Ia menegaskan kebijakan peningkatan PAD harus sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi masyarakat, bukan justru menyulitkan mereka.
“Pendapatan daerah harus ditingkatkan lewat pengembangan potensi ekonomi dan iklim usaha yang sehat, bukan dengan menambah beban yang memberatkan. Bantuan dan pelatihan pun harus nyata, terarah, dan mampu membuat warga berdiri di atas kaki sendiri,” tegas Randi.
(lya)














Komentar