GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Business Ekonomi
Beranda / Ekonomi / BI NTT Perkuat Sinergi untuk Ekonomi Tangguh dan Mandiri, Target Pertumbuhan 2025 Capai 5,43%

BI NTT Perkuat Sinergi untuk Ekonomi Tangguh dan Mandiri, Target Pertumbuhan 2025 Capai 5,43%

NTTBersuara.id, KUPANG,– Menindaklanjuti arahan Presiden RI, Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Timur (NTT) berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi bersama seluruh mitra guna mewujudkan ekonomi yang tangguh dan mandiri. Komitmen ini ditegaskan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang diselenggarakan di Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, Jumat 28 November 2025.

Di tengah gejolak ekonomi global, sinergi dan kerja kolektif menjadi kunci ketahanan ekonomi Indonesia, termasuk ekonomi NTT tahun 2025 yang berkinerja sangat baik dan telah tumbuh di atas 5,0%. Sinergi ke depan perlu terus diperkuat, untuk menghadapi gejolak eksternal yang masih dipenuhi ketidakpastian dan tantangan.

Hal tersebut merupakan pesan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam arahannya pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Jakarta (28/11/2025). Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 ini mengangkat tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”. “Kita harus percaya kepada kekuatan kita,” kata Presiden Prabowo.

Optimisme atas prospek perekonomian ke depan semakin kuat, dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan. Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia ke depan akan lebih baik, dengan tetap mewaspadai ketidakpastian global yang tinggi.

BI memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 berada di kisaran 4,7–5,5% dan meningkat lebih tinggi pada 2026 dan 2027 dalam kisaran 4,9–5,7% dan 5,1–5,9%. Prospek ini didukung sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang terus beriringan menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi, disertai eratnya sinergi pengendalian inflasi baik di pusat maupun di daerah, dan penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional.

Gubernur NTT Terima Audiensi Flores Komodo Tours, Siapkan Selamat Datang Kapal Pesiar Oceania Vista

Senada dengan prospek perekonomian nasional, perekonomian Provinsi NTT ke depan diprakirakan tumbuh lebih tinggi dengan laju inflasi yang tetap terjaga. Hal tersebut disampaikan Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Didiet Aditya Budi Prabowo dalam pemaparan Outlook Perekonomian NTT, pada pergelaran PTBI 2025 yang juga diselenggarakan di Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT pada Jumat 28 November 2025.

“Perekonomian NTT juga menunjukan kinerja pemulihan yang kuat seiring dengan tingginya produksi pertanian yang mendorong aktivitas perdagangan serta ekspor,” ujar Didiet.

Didiet Aditya Budi Prabowo memprakirakan ekonomi NTT pada tahun 2025 akan tumbuh pada kisaran 4,63–5,43%, dan meningkat lebih tinggi pada kisaran 5,01–5,61% pada tahun 2026 dengan laju inflasi yang terjaga pada kisaran 2,5±1%.

“Peningkatan Konsumsi Rumah Tangga dan investasi menjadi faktor pendorong utama prospek tersebut, didukung Konsumsi Pemerintah yang lebih adaptif serta ekspansi pembiayaan perbankan,” demikian Didiet Aditya Budi Prabowo.

Prospek tersebut didukung sinergi BI, Pemerintah Daerah, perbankan, asosiasi, dan akademisi di Provinsi NTT yang semakin baik. Ke depan, sinergi dan kolaborasi perlu ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi (“pro-growth”) dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi (“pro-stability”).

Bank Indonesia Perkuat Kemitraan Strategis dengan Perguruan Tinggi untuk Pengembangan SDM Unggul di Bidang Kebanksentralan

Dalam acara tersebut, diberikan pula apresiasi kepada mitra-mitra strategis BI NTT atas kontribusi dan kolaborasi yang telah terjalin selama ini. (lya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement