GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Wawali Kupang Tanam Pohon di DAS Liliba, Tekankan Komitmen Mitigasi Longsor dan Pengelolaan Air  

Wawali Kupang Tanam Pohon di DAS Liliba, Tekankan Komitmen Mitigasi Longsor dan Pengelolaan Air  

NTTBersuara.id, KUPANG,–Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, menghadiri kegiatan Penanaman Pohon di Daerah Aliran Sungai (DAS) Liliba bersama warga dan PLAN Indonesia. Kegiatan ini merupakan upaya kolaboratif untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong mitigasi bencana di wilayah aliran sungai.

Dalam arahannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa penanaman pohon di kawasan DAS merupakan langkah penting dalam mengelola tata kelola air sekaligus mencegah potensi longsor di masa mendatang. “Ini kami dari Pemerintah Kota Kupang bersama-sama dengan PLAN Internasional melakukan penanaman pohon di DAS Liliba. Ini merupakan kolaborasi yang sangat luar biasa tentang bagaimana kita bisa bersama-sama mengelola tata kelola air dan mencegah longsor ke depannya,” ungkapnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat sekitar yang terlibat aktif dalam aksi penghijauan tersebut. Menurutnya pemerintah tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga memastikan keberlanjutan kegiatan melalui pemantauan terukur.

Wakil Wali Kota menjelaskan bahwa kegiatan hari ini melibatkan penanaman 300 pohon sebagai wujud komitmen bersama antara Pemerintah Kota Kupang dan PLAN Indonesia. “Ini komitmen dari Pemerintah Kota Kupang untuk terus menjaga potensi longsor. Penanaman 300 pohon di DAS Liliba merupakan wujud nyata kolaborasi kita dengan PLAN Indonesia agar pengelolaan air dan perlindungan lingkungan berjalan optimal,” tambahnya.

Wakil Wali Kota juga menegaskan pentingnya keterlibatan pemerintah, mitra pembangunan, serta warga sekitar untuk menjaga apa yang sudah dibangun hari ini.

Pengelola TBM Gading Taruna Minta Dukungan BI NTT – Integrasikan Literasi dengan Pertanian dan UMKM di Kelurahan Bello

Pihak PLAN Indonesia menjelaskan bahwa kegiatan penanaman pohon ini merupakan bagian dari implementasi Program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Keberlanjutan).

PLAN Indonesia menegaskan bahwa keberlanjutan program menjadi prioritas utama. Karena itu, setelah penanaman selesai, setiap OPD dan mitra diharapkan mengambil peran aktif dalam pemeliharaan.(lya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement