GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Wawali Kupang Apresiasi KPOTI, Dorong Pelestarian Permainan Rakyat untuk Jaga Identitas Budaya

Wawali Kupang Apresiasi KPOTI, Dorong Pelestarian Permainan Rakyat untuk Jaga Identitas Budaya

NTTBersuara.id, KUPANG,– Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., menerima audiensi Pengurus Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kota Kupang, Rabu 26 November 2025. Dalam pertemuan itu, Wakil Wali Kota menyampaikan rasa senang dan apresiasinya kepada jajaran KPOTI yang masih konsisten mengembangkan dan mempromosikan permainan tradisional di Kota Kupang.

Menurut Wakil Wali Kota, keberadaan KPOTI menjadi penting di tengah maraknya permainan digital yang membuat generasi muda semakin jauh dari permainan rakyat.

Wakil Wali Kota menyebut inisiatif KPOTI untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional seperti Siki Doka, Gasing, hingga Kayu Doi sebagai langkah strategis dalam menjaga identitas budaya serta memperkuat nilai kebersamaan lintas generasi.

“Kita mulai dari wilayah pinggir kota, baru secara bertahap masuk ke tengah kota. Bahkan beberapa sekolah di pusat kota bisa turut diundang agar anak-anak lebih mengenal ragam permainan tradisional,” ujarnya terkait pemilihan Kelurahan Belo sebagai lokasi pilot project kegiatan.

Ketua KPOTI Kota Kupang, Goris Takene, melaporkan bahwa kepengurusan KPOTI periode 2025–2030 telah ditetapkan dan audiensi ini merupakan langkah awal untuk menyampaikan pembentukan serta rencana kerja mereka kepada Pemerintah Kota Kupang.

Pengelola TBM Gading Taruna Minta Dukungan BI NTT – Integrasikan Literasi dengan Pertanian dan UMKM di Kelurahan Bello

Ia menjelaskan bahwa kegiatan perdana yang akan dilaksanakan adalah Festival Permainan Rakyat bertajuk Teras Main Kota Kupang yang menampilkan sejumlah permainan seperti Gasing, Siki Doka, dan Galasing, sebagai permulaan program kerja di tingkat kota.

Menutup audiensi, Wakil Wali Kota menyampaikan terima kasih kepada jajaran KPOTI atas komitmen mereka melestarikan permainan rakyat. Ia berharap kegiatan yang akan berlangsung dapat memperkuat identitas budaya lokal dan menjadi ruang interaksi positif bagi masyarakat Kota Kupang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement