GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Wali Kota Kupang: Program Makan Bergizi Gratis Bukan Sekadar Beri Makan, Tapi Bangun SDM Unggul  

Wali Kota Kupang: Program Makan Bergizi Gratis Bukan Sekadar Beri Makan, Tapi Bangun SDM Unggul  

NTTBersuara.id, KUPANG,– Pemerintah Kota Kupang terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan memperketat standar keamanan pangan dan memberikan Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penyerahan sertifikat secara simbolis dilakukan oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, di Kantor Wali Kota Kupang, Selasa 4 November 2025

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar kegiatan pemberian makanan, melainkan sebuah gerakan kemanusiaan dan pembangunan SDM di Kota Kupang.

“Program MBG ini bukan hanya soal memberi makan, tetapi juga membangun masa depan generasi penerus bangsa. Kita sedang membangun manusia sejak dini dari ibu hamil, balita, hingga anak sekolah,” ujarnya.

Wali Kota juga menyoroti pentingnya aspek kebersihan dan keamanan pangan dalam setiap tahapan pengolahan makanan di SPPG. Ia mengingatkan agar seluruh pengelola dapur MBG memperhatikan hal-hal kecil seperti kebersihan alat masak, penggunaan sarung tangan, penutup kepala, hingga higienitas saat penyajian makanan.

“Makanan sehat bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kebersihan dan cara penyajian. Hal-hal kecil seperti bekas sabun di alat masak bisa merusak kualitas makanan,” tegasnya.

Pengelola TBM Gading Taruna Minta Dukungan BI NTT – Integrasikan Literasi dengan Pertanian dan UMKM di Kelurahan Bello

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, menjelaskan bahwa penyerahan sertifikat ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi dan kualitas kesehatan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sekaligus menjamin keamanan pangan yang disajikan melalui penerapan standar hygiene sanitasi pangan di setiap satuan layanan.

“Dari 16 SPPG yang telah mengikuti proses pemeriksaan, 3 di antaranya telah dinyatakan lolos dan menerima sertifikat hari ini. Sementara 12 SPPG lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium,” ungkap drg. Retnowati. (lya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement