GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Wali Kota Kupang Apresiasi Kontribusi Gereja, Hadiri Misa Syukur Perdana Imam Baru

Wali Kota Kupang Apresiasi Kontribusi Gereja, Hadiri Misa Syukur Perdana Imam Baru

NTTBersuara.id, KUPANG,– Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri Perayaan Misa Syukur Perdana Pentahbisan Imam Baru RD. Petrus Krisologus Taitoh, Kamis 8 Januari 2026, di Gereja St. Yoseph Pekerja, Kelurahan Penfui, Kota Kupang. Kehadiran Wali Kota menjadi wujud apresiasi atas peran dan kontribusi Gereja dalam pembangunan sumber daya manusia di Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Keuskupan Agung Kupang atas peran dan kontribusinya dalam membangun sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, dan berintegritas di Kota Kupang.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam kepada Keuskupan Agung Kupang,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, Gereja telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga nilai-nilai moral, toleransi, serta kehidupan spiritual masyarakat.

“Kontribusi Gereja sangat nyata dalam pembangunan Kota Kupang, khususnya dalam membangun iman dan spiritualitas umat,” imbuhnya.

Korban Gempa Flores Bertambah, 33 Orang Meninggal Dunia

Wali Kota juga menyampaikan kebanggaannya atas penahbisan sebelas imam Keuskupan Agung Kupang sehari sebelumnya. Ia berharap kehadiran para imam baru, termasuk RD. Petrus Krisologus Taitoh, dapat memperkuat pelayanan pastoral dan pembinaan umat di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa panggilan imamat bukan tentang kedudukan, melainkan kesediaan untuk melayani dengan ketulusan, kesetiaan, pengorbanan, serta keberanian menyuarakan kebenaran meski menghadapi berbagai tantangan.

Selain itu, Wali Kota menegaskan komitmen Pemkot Kupang untuk membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat dan lembaga keagamaan dalam mendukung pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menambahkan, meski terjadi pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat, Pemkot Kupang tetap melakukan efisiensi belanja.

“Kolaborasi dan gotong royong adalah kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Dalam persatuan, kita akan menemukan kemenangan,” pungkas Wali Kota.

Sementara itu, RD. Petrus Krisologus Taitoh menceritakan perjalanan panggilan imamatnya yang telah ditempuh selama kurang lebih 14 tahun hingga akhirnya ditahbiskan sebagai imam Keuskupan Agung Kupang.

Ia mengangkat motto imamatnya, “Engkau Telah Melakukannya untuk Aku”, sebagai landasan pelayanan yang menempatkan Tuhan sebagai pusat dan memandang setiap orang sebagai perwujudan kasih Kristus.(lya)

Peringatan Tsunami Berakhir, Gubernur NTT: Fokus Penanganan Korban dan Kerusakan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement