NTTBersuara.id, DENPASAR,- – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, tak henti menunjukkan kepeduliannya terhadap warga NTT yang berada di perantauan. Kamis 12 Februari 2026 pagi, ia kembali mengunjungi bedeng proyek di Kelurahan Pemogan, Denpasar Selatan, Bali, tempat tinggal dan bekerja sekelompok warga NTT.
Kunjungan kedua ini, setelah kunjungan pertama pada 30 Januari 2026, semakin menegaskan komitmen Wagub Johni dalam memperhatikan kondisi warga NTT di sektor informal di Bali.
Dalam kunjungan ini, Wagub Johni didampingi Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT, Benhard Menoh; Inspektur Provinsi NTT, Stefanus Halla; tokoh diaspora NTT, Marthen Rowa Kasedu; serta perwakilan Bali Partnership dan Persatuan Hamba-Hamba Tuhan (Pdt. Dr. Dedy Ndun, Pdt. Robert Hutapea, M.Th, Pdt. Conny Fordat Kosu).
Meski cuaca terik, warga NTT di bedeng menyambut Wagub Johni dan rombongan dengan antusiasme, merasa diperhatikan oleh pemimpin daerah.
Warga yang dikunjungi berasal dari Sumba Barat Daya (SBD), beberapa sudah berkeluarga, membawa istri dan anak-anak yang sebagian putus sekolah.
Kunjungan ini bertujuan melihat langsung kondisi warga dan mendengar aspirasi mereka sebagai buruh proyek.
Wagub Johni juga memberikan motivasi dan nasihat agar warga mawas diri, menjaga diri, menaati tata krama, norma Bali, dan hukum.
“Ini kali kedua saya di sini untuk melihat langsung anak-anak saya, warga NTT yang bekerja di Bali. Beberapa pekan lalu, saya juga datang ke sini, untuk berdialog, meminta maaf secara langsung, bersilaturrahmi dengan Pemda di Bali baik itu dengan Pemprov Bali, Pemkab Karangasem, dan Pemkab Badung serta kita juga bersama-sama memikirkan dan menyepakati bersama langkah-langkah konkrit apa saja untuk kenyamanan dan kebaikan bersama,” ujar Wagub Johni.
Wagub Johni mengingatkan warganya untuk selalu menjaga kondusifitas, beradaptasi, berbaur, serta menjaga adab, sikap, dan perilaku, agar dapat hidup harmonis, tenang, dan damai.
Ia juga meminta warga NTT yang bekerja di proyek-proyek pembangunan untuk menunjukkan kinerja baik, semangat, rajin, disiplin, dan menjaga komunikasi baik.
“Tunjukkan bahwa tenaga kerja asal NTT itu pekerja keras, jujur, loyal, disiplin, tekun, mengerti aturan sehingga hal itu akan jadi modal kita bekerja dan membuat citra kita juga tetap terjaga baik dan kalian akan tetap dibutuhkan dalam setiap proyek-proyek pekerjaan,” ujarnya.
Wagub juga memotivasi agar warga Diaspora NTT tersebut bahwa setiap orang berhak atas mimpi-mimpi besar dan bukan hal yang mustahil untuk mewujudkannya. Ia menyebut kunci dalam meraih mimpi-mimpi tersebut yakni melalui ketekunan, dedikasi dan doa.
Wagub Johni juga berpesan agar warganya bijak menggunakan gaji untuk hal bermanfaat, tidak untuk miras yang bisa berakibat kericuhan.
Donatus Gheru Kaka, buruh bangunan asal NTT, mengapresiasi kehadiran Wagub yang menunjukkan kepedulian seorang pemimpin. “Kami bangga atas kehadiran bapak Wagub di sini. Bapak sudah meluangkan waktu lihat kami, walau di tengah kesibukan. Ini tentu motivasi bagi kami untuk bekerja sesuai apa yang bapak Wagub arahkan tadi,” ucapnya.
Pdt. Robert Hutapea, perwakilan Bali Partnership, mengatakan pihaknya bersama paguyuban diaspora NTT di Bali telah melaksanakan program pelatihan keterampilan pertukangan dan konstruksi bangunan bagi diaspora NTT yang bekerja sebagai buruh. Ia mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk peningkatan kompetensi SDM agar dapat diaplikasikan ketika kembali ke daerah asal masing-masing.
“Kami juga bersama paguyuban diaspora NTT di Bali telah melatih saudara-saudara kita ini keterampilan untuk memasang keramik, finishing bangunan dengan desain yang beraneka ragam. Ini agar mereka jangan hanya bekerja sebagai buruh kasar saja, tapi juga punya keterampilan lain, dan akan jadi bekal bagi mereka jika nanti mereka kembali ke daerah asal,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Wagub Johni Asadoma juga memberikan bantuan sembako kepada diaspora NTT yang tinggal di bedeng. (lya)











Komentar