NTTBersuara.id,KUPANG,-Setelah sempat mati suri karena tata kelola yang buruk dan beban utang yang menumpuk, PT Flobamor (Perseroda) resmi kembali beroperasi. Berdasarkan persetujuan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan DPRD Provinsi NTT, direksi baru memfokuskan sisa waktu tahun 2026 pada tiga lini usaha utama: perhotelan, perkapalan, dan pengembangan NTT Mart. Sasaran yang ditetapkan pun tak main-main: menutup buku tahun ini tanpa defisit.
“Dalam sisa waktu tahun 2026, direksi PT Flobamor akan fokus pada tiga lini usaha ini. Kami ingin memastikan lewat rencana bisnis berbasis aset yang ada dan pembenahan tata kelola perusahaan secara keseluruhan, dengan ruang waktu yang tersisa, kami bisa tutup buku tahun 2026 dengan tidak defisit,” ujar Direktur Keuangan dan Operasional PT Flobamor, Maxi Julians Rihi Dara, di Kupang, Kamis 13 Agustus 2026.
Hotel Sasando Kembali Dikelola
Langkah pertama yang dilakukan adalah mengambil alih kembali pengelolaan Hotel Sasando sejak 27 Juli lalu. Hotel tertua milik Pemprov NTT itu sempat dikelola anak perusahaan PT Flobamorata Bangkit Internasional. Kini, tim transisi sedang mendata seluruh aset sekaligus berdialog dengan para karyawan untuk menyusun manajemen baru.
Selain pembenahan fisik dan pelayanan, pengelolaan hotel juga akan diarahkan sebagai pusat pengembangan ekosistem pariwisata Kota Kupang melalui penyelenggaraan berbagai acara kreatif. Dengan tambahan biaya perawatan lewat penyertaan modal APBD Provinsi NTT, Hotel Sasando diharapkan kembali menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah setelah enam tahun absen berkontribusi.
Hidupkan Kembali Jalur Perairan
Sektor kedua yang diandalkan adalah pelayaran. Belajar dari kegagalan masa lalu yang menyebabkan KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu terdampar, direksi memilih mengoperasikan KMP Sasando, kapal berkapasitas 76 penumpang, untuk melayani rute pendek Kupang–Pulau Semau sebanyak delapan kali sehari. Kapal itu juga mampu memuat puluhan sepeda motor dan dua mobil dalam sekali angkut.
Rencana ini mendapat dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kupang. Bupati Kupang Yos Lede berjanji menyediakan pelabuhan yang layak, sementara Wakil Bupati Kupang mendukung pengembangan potensi pariwisata di Pulau Semau. Sebagai pelajaran berharga dari kegagalan masa lalu, seluruh pengelolaan keuangan pelayaran akan dilakukan secara digital untuk mencegah kebocoran.
NTT Mart Jadi Rumah Produk UMKM
Pada sektor perdagangan, PT Flobamor akan membuka tiga gerai NTT Mart baru pada September 2026, masing-masing di Jalan Basuki Rahmat, kawasan Pelabuhan Perikanan, dan di lingkungan Kantor Gubernur NTT. Ketiga gerai itu akan menjadi etalase produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah NTT yang telah melalui proses kurasi ketat agar memiliki daya saing.
PT Flobamor juga bekerja sama dengan Uma Kanaru Institute mendirikan Laboratorium Pangan untuk menjamin kualitas dan sertifikasi halal produk makanan asal NTT. “Kami berharap dengan adanya laboratorium ini, produk asal NTT bisa menembus pasar nasional hingga mancanegara,” kata Manager UMKM PT Flobamor, Angge Kandidatus.
Tata Kelola dan Beban Masa Lalu
Perubahan struktur manajemen juga dilakukan. Direksi yang terdiri atas satu Direktur Utama dan empat direktur kini merampingkan enam anak perusahaan dan melakukan audit menyeluruh. Pendirian anak perusahaan di masa lalu dinilai tidak didahului studi kelayakan memadai, sehingga memboroskan modal induk dan melahirkan utang yang membengkak. Kini, PT Flobamor membuka ruang kolaborasi dengan kalangan akademisi dan lembaga riset untuk menyusun rencana bisnis yang lebih kokoh.
Terkait tunggakan hak para mantan Anak Buah Kapal (ABK) KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu, Direktur Utama PT Flobamor, Dominggus Elcid Li, menyatakan pembayaran akan dilakukan secara bertahap. Hal itu karena penyertaan modal dari APBD dilarang digunakan untuk melunasi utang lama.
“Mulai tahun ini kami tidak punya pilihan lain. Flobamor harus untung agar bisa membayar kewajiban kepada para ABK,” ujar Elcid Li. Ia juga membuka peluang bagi para mantan ABK untuk bergabung kembali dan memprioritaskan anak-anak mereka dalam penerimaan tenaga kerja baru sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.
(lya)














Komentar