NTTBersuara.id, KUPANG, — Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk memastikan kelancaran penyaluran LPG di Kota Kupang dan sekitarnya. Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat dikejutkan dengan pengakuan bahwa LPG sulit ditemukan di berbagai titik distribusi, bahkan diinformasikan habis. Menanggapi keluhan ini, Pertamina melakukan monitoring ketat dan langkah mitigasi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan bahwa keterbatasan penyaluran yang terjadi sejak akhir bulan Februari disebabkan oleh keterlambatan kapal dan antrian sandar serta muat kontainer di Pelabuhan Surabaya sebagai supply point utama. “Proses percepatan telah dilakukan, hari ini (7/3), dua kontainer dari Surabaya sudah tiba di Kupang dan menunggu pembongkaran di Pelabuhan Tenau,” ujarnya.
Ahad menambahkan, “Estimasi maksimal proses pembongkaran di Pelabuhan Tenau adalah besok, 8 Maret, dan membawa muatan sebanyak 1.381 tabung LPG, terdiri dari 868 tabung LPG 12 kg, 60 tabung LPG 50 kg, dan 453 tabung LPG 5,5 kg.” Setelah itu, LPG akan langsung didistribusikan ke outlet-outlet di Kota Kupang dan sekitarnya.
Untuk suplai berikutnya, Pertamina menyiapkan tambahan sebanyak 1.125 tabung LPG yang akan masuk dalam dua kontainer, diperkirakan tiba di Kupang pada Senin (9/3). “Masyarakat akan segera menerima pasokan tersebut,” tegas Ahad.
Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa saat ini terdapat sekitar 20 outlet LPG non subsidi yang melayani masyarakat di Kota Kupang dan sekitarnya. Perusahaan juga menjamin kualitas dan kuantitas LPG sesuai ketentuan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara optimal.
Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135, sebagai layanan resmi untuk mendapatkan informasi terkini mengenai produk dan layanan Pertamina di wilayah tersebut.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pertamina berharap masyarakat tetap tenang dan yakin bahwa penyaluran LPG akan berjalan lancar dan aman, meskipun ada tantangan di lapangan akibat kendala pelayaran dan distribusi.(lya)













Komentar