GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang Prihatin, Kota Kupang Jadi Wilayah Tertinggi Kasus Kekerasan Seksual Anak

Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang Prihatin, Kota Kupang Jadi Wilayah Tertinggi Kasus Kekerasan Seksual Anak

NTTBersuara.id,KUPANG, — Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Neda Lalay menyampaikan rasa prihatin terhadap kondisi Kota Kupang yang menjadi wilayah tertinggi kasus Kekerasan Seksual dengan korban anak dan pelakunya merupakan kaum intelektual, guru, dosen dan Polisi.

Hal ini dikatakan menanggapi hasil Catatan Akhir Tahun (Catahu) LBH APIK NTT yang dirilis Kamis, 15 Januari 2026.

“Ini harus jadi perhatian serius, miris sekali ya, pelakunya elite intelektual dan anak menjadi korban yang akan meninggalkan luka sepanjang hidup dan masa depannya,”ujar Neda Lalay lirih, Sabtu, 17 Januari 2026.

Menurut dia, hasil riset ini harus menjadi acuan untuk kerja secara solid dan berkolaborasi bersama, agar ada langkah preventif serta penanganan sebagai upaya meminimalisir tingkat kasus.

Ia menegaskan perlunya penguatan peran pengawasan, dukungan anggaran untuk program kerja, serta fungsi legislasi dengan mengeluarkan aturan terkait Kekerasan Seksual, korban dan pelaku.

Gubernur NTT Buka Pameran ‘Weaving Wonders’ – Perempuan NTT Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Tenun dan Usaha Komunitas

Neda juga menyoroti ketimpangan dalam penegakan hukum, di mana elite dengan berbagai akses dapat perlakuan khusus di mata hukum.

“Ini bukan kerja sendirian, pemerintah, tokoh agama, keluarga dan semua pihak harus bersama melihat fenomena ini, sebagai suatu kejadian yang serius dan perlu menjadi atensi karena menyangkut hak hidup,”tandas Neda.

Dari sisi anggaran, Neda mengatakan kerap pemerintah berdalih mengalami keterbatasan anggaran.

Ia meminta perhatian serius pemerintah dalam menangani masalah sosial seperti ini.(lya)

Walikota dan Wawali Kupang Pimpin Operasi Humanis Pekerja Anak – Bantu Keluarga dengan Intervensi Menyeluruh

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement