NTTBersuara.id,KUPANG,– Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri perayaan Natal Bersama Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Wilayah Sarfat NTT bersama dengan Keluarga Besar Alumni Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STTIJA) se-Provinsi NTT, Jumat 9 Januari 2026 malam. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengajak GKSI untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah demi pelayanan yang berdampak luas bagi jemaat dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa kelahiran Yesus Kristus sebagai Bayi Natal di kandang yang sederhana merupakan bukti nyata solidaritas dan kasih Allah kepada manusia.
“kelahiran Yesus Kristus sebagai Bayi Natal di kandang yang sederhana merupakan bukti nyata solidaritas dan kasih Allah kepada manusia,” ujar Gubernur.
Gubernur Melki Laka Lena memberikan apresiasi kepada GKSI yang dalam pelayanannya tidak hanya mengurusi kebutuhan rohani jemaat, tetapi juga berkomitmen membangun keluarga dan masa depan umat melalui pendidikan dan pembinaan pelayan Tuhan.
“Patut diapresiasi bahwa sebagian besar mahasiswa STTIJA berasal dari keluarga kurang mampu dan mayoritas dari Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.
Lebih lanjut, mantan anggota DPR RI ini menegaskan bahwa pemerintah dan Gereja, meskipun memiliki peran yang berbeda, sesungguhnya dipanggil untuk berjalan seiring.
Dalam semangat Natal, Gubernur mengajak GKSI Wilayah Sarfat NTT dan Keluarga Besar Alumni STTIJA untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi bersama Pemerintah Provinsi NTT demi pelayanan yang berdampak luas bagi jemaat dan masyarakat.
Gubernur Melki menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong penguatan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.
“Kami menyadari bahwa pendidikan yang bermutu adalah kunci untuk melahirkan generasi unggul,” tegasnya.
Gubernur menekankan bahwa keberhasilan program tersebut tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata. Dukungan keluarga, peran Gereja, lembaga pendidikan, serta komunitas umat beriman sangat menentukan masa depan (lya)














Komentar