GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Bencana Hidrometeorologi Mengintai, BNPB Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Bencana Hidrometeorologi Mengintai, BNPB Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Kondisi banjir yang melanda wilayah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Senin (12/1). Foto: BPBD Kabupaten Pandeglang

NTTBersuara.id, JAKARTA,–Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian banjir yang melanda beberapa wilayah di Indonesia pada Senin (12/1/2026). Hujan dengan intensitas tinggi menjadi penyebab utama banjir di Kabupaten Pandeglang (Banten), Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Bogor (Jawa Barat).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Banten: Ribuan Warga Terdampak Banjir di Pandeglang

Di Kabupaten Pandeglang, Banten, banjir terjadi akibat luapan Sungai Cilemer, Cikaret, Dayeuh, Cilatak, dan Ciliman. Sebanyak 9 kecamatan dan 23 desa terdampak, meliputi Kecamatan Patia, Sumur, Labuan, Cikeusik, Cigeulis, Pagelaran, Panimbang, Sobang, dan Saketi.

“Banjir merendam permukiman warga dengan tinggi muka air bervariasi antara 20 sentimeter hingga 1 meter,” ujar Abdul Muhari.

Gubernur NTT Buka Rakorda BANGGA KENCANA – Dorong Perkuat Peran Keluarga untuk Atasi Stunting dan Kemiskinan

Berdasarkan pendataan sementara, banjir berdampak pada 537 KK atau 2.051 jiwa. Sekitar 300 KK mengungsi di Masjid Agung Kecamatan Sobang. BPBD Kabupaten Pandeglang mencatat kurang lebih 537 unit rumah terdampak, 8 unit rumah mengalami rusak ringan.

Jawa Barat: Banjir Landa Bekasi dan Bogor

Beralih ke Jawa Barat, banjir juga terjadi di Kabupaten Bekasi akibat hujan deras yang disertai kurang berfungsinya sistem drainase. Banjir melanda 3 kecamatan dan 7 desa, yakni Kecamatan Tarumajaya, Cabangbungin, dan Babelan. Sebanyak 1.890 unit rumah terdampak akibat kejadian tersebut.

Sementara itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Bogor akibat hujan deras yang menyebabkan meluapnya aliran sungai serta penyempitan alur air. Kejadian ini mengakibatkan sebanyak 40 unit rumah terendam di Desa Pabuaran Mekar, Kecamatan Cibinong.

BNPB Imbau Waspada Cuaca Ekstrem

Wali Kota Kupang Hadiri Halal Bi Halal Kemenag: Dorong Kolaborasi Tanpa Sekat untuk Jaga Harmoni Kota

Berdasarkan prakiraan potensi cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh instansi terkait pada periode 13 hingga 15 Januari 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berpotensi disertai angin kencang.

Merespons hal tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat diminta memantau prakiraan cuaca secara berkala, memeriksa dan memelihara fungsi saluran drainase, serta memangkas pohon-pohon rimbun yang berpotensi membahayakan.(lya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement