NTTBersuara.id, KUPANG,– Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, menghadiri pembukaan Sidang Klasis Kota Kupang Timur ke-8 di GMIT Imanuel Kolhua, Rabu 10 Desember 2025.
Dalam sambutannya, Wawali menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya persidangan yang dinilainya bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang untuk menyatukan hati dan merumuskan langkah pelayanan gereja yang lebih relevan. “Dunia sedang terluka oleh krisis moral, tantangan ekonomi, dan persoalan sosial. Karena itu gereja dipanggil bukan hanya kuat dalam liturgi, tetapi juga hidup dalam aksi. Iman tanpa perbuatan adalah mati,” tegasnya.
Serena juga menyinggung capaian Kota Kupang yang selama satu dekade terakhir konsisten masuk dalam jajaran kota paling toleran di Indonesia.
Selain itu, ia menitipkan pesan penting terkait tantangan generasi muda di era digital. “Anak-anak kita hidup di tengah derasnya informasi. Gereja dan pemerintah harus bergandeng tangan menjaga kesehatan mental, moral, dan karakter generasi yang akan memimpin kota ini ke depan,” ujarnya.
Serena mengajak seluruh peserta sidang untuk melahirkan program-program yang bukan hanya administratif, tetapi nyata berdampak bagi jemaat dan masyarakat.
Sementara itu Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi K. Wenyi, M.Si, dalam sambutannya mengingatkan bahwa gereja harus menjadi komunitas pembelajar yang peka terhadap perubahan zaman, termasuk isu lingkungan, HIV/AIDS, perkembangan teknologi, dan tantangan etika digital.
Ketua Panitia, Maxi Buifena, menyampaikan bahwa persidangan akan berlangsung selama tiga hari dengan mengusung tema: “Lakukan Keadilan, Cintai Kesetiaan, dan Hiduplah Rendah Hati di Hadapan Allah.” (lya)











Komentar