NTTBersuara.id, KUPANG,– Diskusi publik Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) terhadap 1 Tahun kinerja Melki-Johni Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang digelar Jumat, 20 Februari 2026 di Aula Eltari mengungkap temuan menarik.
Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Melki–Johny, mencapai 80,05 persen. Angka menggembirakan ini terungkap dalam hasil survei yang dipaparkan lembaga riset Voxpol Center Research and Consulting dalam diskusi publik di Kupang.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Prisila Q. Parera, SE, menyampaikan tujuan diadakannya diskusi publik ini adalah untuk menyampaikan secara terbuka dan transparan hasil survei kepuasan masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas pemerintahan.
Menanggapi hasil itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa survei bukan sekadar angka kebanggaan, melainkan cermin untuk terus berbenah. “Silakan disampaikan apa adanya. Jangan puja-puji. Ini harus jadi potret yang bisa dibuka dan dibedah untuk menjadi masukan bagi kami semua di pemerintah,” tegas Melki.
Menurutnya, capaian 80,05 persen tersebut menunjukkan bahwa arah kebijakan dan program yang dijalankan mulai dirasakan masyarakat. Namun, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Melki menjelaskan, program Dasa Cita Melki–Johny yang selama ini dijalankan merupakan wujud “bahasa cinta” pemerintah kepada masyarakat NTT.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak hanya menjadi urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. “NTT hari ini seperti apa, itu bukan hanya kerja pemerintah. Kita semua dengan peran masing-masing ikut berkontribusi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Melki juga meluruskan isu terkait data pembangunan yang dipaparkan pemerintah.
Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan hasil survei sebagai cerminan dan menjadi rekomendasi untuk pembenahan program pembangunan di NTT. “Kami harapkan survei ini menjadi cerminan agar dapat menjadi rekomendasi untuk pembenahan pembangunan serta dapat menjadi masukan serta pembelajaran bagi kami untuk pembangunan ke depan,” ungkap Gubernur.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengungkapkan apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang secara aktif turun ke lapangan bertemu masyarakat sekitar untuk memantau percepatan program kerja. “Dengan turun langsung dan bertemu dengan masyarakat tentu akan memberikan ruang kedekatan pemimpin daerah bersama masyarakat,” ungkap Pangi.
Dr. Merry Kolimon juga menyoroti pentingnya pemimpin lebih terbuka dalam menerima kritikan, supaya dalam pendekatan pembangunan lebih menjangkau semua kelompok secara merata terutama kepada kelompok rentan.
Selanjutnya, Dr. Laurensius Petrus Sayrani sebagai penanggap kedua, juga menyoroti tentang metode survey dan realitas kondisi masyarakat yang harus dipandang secara obyektif. Ia juga menyoroti berbagai hal lainnya termasuk masyarakat sebagai responden dalam survey tersebut.
Diskusi publik ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk kebijakan-kebijakan selanjutnya, serta menjadi momentum bagi pemerintah untuk terus berbenah dan meningkatkan kinerja.(lya)














Komentar