GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Business Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Strategi Kota Kupang Atasi Inflasi dan Percepat Digitalisasi melalui HLM TPID dan TP2DD

Strategi Kota Kupang Atasi Inflasi dan Percepat Digitalisasi melalui HLM TPID dan TP2DD

NTTBersuara.id, KUPANG,–Pemerintah Kota Kupang bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Triwulan I Tahun 2026. Acara tersebut berlangsung di kantor Bank Indonesia Kupang dan dibuka langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, pada Selasa, 3 Maret 2026.

Wali Kota Kupang dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global. “Kita perlu bekerja keras dan sinergi, karena inflasi dan digitalisasi adalah dua aspek utama yang harus kita dorong secara bersamaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa inflasi bukan sekadar angka statistik, melainkan menyangkut kehidupan masyarakat sehari-hari. “Inflasi itu menyentuh harga cabai di dapur, beras di pasar, dan minyak goreng di rumah tangga kecil. Jangan sampai hal ini mengganggu ongkos hidup rakyat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengingatkan agar seluruh jajaran tetap waspada dan sigap terhadap dinamika ekonomi global, termasuk tekanan dari konflik di Timur Tengah yang berpotensi memicu panic buying dan kenaikan harga bahan pokok.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Kota Kupang per Januari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen, namun meningkat menjadi 4,01 persen pada Februari. “Kenaikan ini harus kita antisipasi dengan langkah-langkah nyata, seperti operasi pasar dan stabilisasi pasokan,” kata Wali Kota.

Transaksi BNIdirect Tembus Rp6.039 Triliun, Bukti Kepercayaan Bisnis pada Layanan Digital BNI

Dalam menjalankan upaya pengendalian inflasi, Pemkot Kupang telah melakukan berbagai langkah konkret, termasuk operasi pasar murah dan sidak distributor bahan kebutuhan pokok. Ia juga menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) cukup dan telah dipastikan oleh Pertamina sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Selain pengendalian harga, kita juga harus perkuat ketahanan pangan melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa kestabilan harga dan pasokan bahan pokok adalah tanggung jawab bersama seluruh stakeholder di daerah.

Dalam soal digitalisasi, Wali Kota mengumumkan peluncuran digitalisasi Pajak Daerah yang bekerja sama dengan bank-bank besar seperti BNI, BRI, dan Mandiri. Ia menyatakan langkah ini sebagai simbol komitmen kota dalam bertransformasi menuju tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan efisien.

“Dari manual menuju digital, dari lambat menjadi cepat, dari tertutup menjadi terbuka dan akuntabel,” ujarnya penuh semangat. Ia menambahkan bahwa Kota Kupang sebelumnya juga mendapatkan penghargaan TP2DD terbaik di wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

“Ini menunjukkan bahwa kita mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan bertransformasi menjadi kota yang lebih modern dan digital,” tegasnya. Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk terus mendukung percepatan digitalisasi.

Garuda Sakti Cross Border Fest 2026: BI NTT Perkuat Kedaulatan Rupiah dan Ekonomi di Beranda Negeri

Selain itu, Wali Kota menandatangani MoU dengan Pengelola Bandara El Tari Kupang terkait penghapusan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) guna mendorong pengembangan bandara sebagai pusat kegiatan ekonomi, pariwisata, dan investasi.

“Bandara adalah wajah kota, dan gerbang ekonomi. Dengan sinergi ini, kita membuka peluang investasi yang lebih luas dan memperkuat konektivitas daerah,” ungkapnya. Ia berharap langkah ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara nyata.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Adidoyo Prakoso, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Wali Kota dalam mendorong inovasi dan pengendalian inflasi. “Transformasi ini sangat relevan menghadapi dinamika ekonomi dan era digital,” ujarnya.

Adidoyo Prakoso mengingatkan bahwa angka inflasi sebesar 4,01 persen melebihi target nasional yang sebesar 2,5±1 persen. “Selama ini, faktor utama penyumbang inflasi adalah kenaikan tarif listrik dan harga emas perhiasan,” jelasnya.

“Tarif listrik menyumbang 1,82 persen dari inflasi, efek ini akibat base effect dari diskon listrik tahun lalu,” tambahnya. Ia juga menambahkan bahwa tanpa komponen tarif listrik, inflasi di Kupang masih berkisar di 2,19 persen, dalam rentang sasaran nasional.

Stabilitas Sistem Keuangan Nasional Tetap Terjaga, KSSK: Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tumbuh hingga 6 Persen

Bank Indonesia akan terus mendorong berbagai program untuk menekan inflasi, termasuk operasi pasar dan kampanye belanja bijak. BI juga akan mengembangkan dashboard pangan interaktif untuk memantau harga dan pasokan secara real time agar pengambilan keputusan ke depan lebih data-driven.

Selain itu, BI akan memperkuat gerakan menanam di pekarangan rumah dan sekolah, serta memperluas edukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan pangan dan keuangan dalam menjaga stabilitas harga. “Digitalisasi sangat penting agar semua data tercatat dan bisa dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Dalam forum HLM ini, sejumlah mitra hadir untuk menyampaikan kondisi terkini di bidangnya. Perwakilan BPS Kupang memaparkan tren inflasi dan prospek harga di masa mendatang. Perum Bulog meninjau kesiapan stok beras menjelang hari besar nasional. PT Pertamina melaporkan kesiapan stok BBM selama masa perayaan besar.

Selain itu, GM PT Angkasa Pura Indonesia Bandara El Tari Kupang menyampaikan perkembangan arus penumpang dan aktivitas terminal selama musim perayaan. Tim Satgas Pangan Polda NTT menegaskan komitmen bersama dalam menjaga kelancaran distribusi bahan pokok.

Para akademisi dari Universitas Nusa Cendana juga turut memberi masukan dan pandangan terkait perkembangan ekonomi dan inovasi digital di daerah. “HLM ini diharapkan tidak hanya menjadi catatan, tetapi menghasilkan langkah kongkret untuk stabilisasi harga dan percepatan digitalisasi,” tutup salah satu narasumber.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement