NTTBersuara.id,WAIKABUBAK,– Kepala Daerah se-Sumba berkomitmen memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah melalui High Level Meeting (HLM) TPID-TP2DD se-Sumba tahun 2025 di Waikabubak, Kab. Sumba Barat Kamis 23 Oktober 2025.
HLM ini bertujuan membahas sinergi dan langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga, memperkuat pasokan pangan, serta mempercepat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di daratan Sumba.
Upaya penguatan produksi lokal menjadi kunci menjaga ketersediaan pasokan pangan. Pemerintah daerah se-Sumba terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian, perikanan, dan hortikultura. Program lumbung pangan lokal dan efisiensi rantai pasok antar wilayah menjadi fokus utama untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Kebijakan fiskal daerah perlu berjalan seimbang dan kolaboratif dalam mendukung pengendalian inflasi. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pertanian, kelautan, dan pariwisata menjadi penggerak utama. Optimalisasi belanja publik akan diarahkan pada kegiatan produktif seperti subsidi transportasi pangan, bantuan sosial tepat sasaran, serta dukungan terhadap pelaku UMKM lokal.
Digitalisasi keuangan daerah menjadi penggerak utama peningkatan volume dan fiskal. TP2DD se-daratan Sumba melaporkan kemajuan signifikan dalam penerapan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. Pada pertemuan ini juga dilakukan launching aplikasi SIMPADA berbasis Android oleh Pemkab Sumba Barat untuk pembayaran pajak dan retribusi daerah.
Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, memaparkan kondisi inflasi Pulau Sumba berada di bawah rata-rata nasional. BI menyoroti kerentanan ketahanan pangan akibat produktivitas pertanian yang masih rendah dan ketergantungan pada pasokan luar daerah.
Kegiatan HLM menetapkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan pembentukan lumbung pangan lokal, pemantauan harga dan stok pangan, menjaga kelancaran arus distribusi antar daerah, serta peningkatan koordinasi lintas sektor maupun kerjasama antar Daerah (KAD). (lya)











Komentar