NTTBersuara.id, JAKARTA,– Saleh Husin lahir pada 16 September 1963 di Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) — sebuah pulau di ujung selatan Indonesia yang terkenal dengan budaya dan tradisi maritimnya. Namanya kemudian melejit di kancah politik nasional Indonesia sebagai tokoh yang menggabungkan pengalaman legislatif, eksekutif, dan akademik.
Latar Belakang Pendidikan dan Awal Karier
Saleh Husin menempuh pendidikan tinggi di Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Jakarta, meraih Sarjana Ekonomi (1996) dan Magister Administrasi Publik (2007) serta Program Doktor Kajian Strategik di Universitas Indonesia (2023). Ia juga pernah mengikuti kursus bahasa Inggris di University of Oregon, Eugene, Amerika Serikat (1992) dan pendidikan kepemimpinan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI pada 2006.
Latar belakang akademik yang kuat ini kemudian menjadi dasar kepemimpinannya dalam dunia bisnis dan politik.
Pengalaman dalam Dunia Usaha dan Politik
Sebelum aktif di pemerintahan, Saleh Husin telah memiliki pengalaman di dunia usaha:
Direktur PT Shelbi Pratama (1989)
Komisaris PT Ades Alfindo Putra Setia, Tbk (1993)
Komisaris PT. Padang Surya Emas Timber (1992)
Komisaris PT. Industri Kayu Parmin ( INKAPA) (1992)
Presiden Komisaris di sejumlah perusahaan besar seperti PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) dan PT. Indah Kiat Pulp & Paper (INKP).
Kemudian ia masuk kancah politik nasional sebagai Anggota DPR RI (2009–2014) dari Partai Hanura. Kariernya di parlemen membawanya untuk semakin berkecimpung dalam kebijakan publik dan pembangunan nasional.
Menteri Perindustrian Republik Indonesia
Pada 27 Oktober 2014, **Saleh Husin ditunjuk sebagai Menteri Perindustrian Indonesia dalam Kabinet Kerja di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Sebagai Menteri Perindustrian (2014–2016), ia berfokus pada beberapa isu penting:
✅ Mendorong Peningkatan Daya Saing Industri
Saleh memacu modernisasi industri manufaktur untuk meningkatkan ekspor, khususnya dalam sektor tekstil, makanan minuman, otomotif, dan pengolahan sumber daya alam.
✅ Pengembangan Industri Berbasis Sumber Daya Lokal
Ia mendorong pemanfaatan bahan baku domestik untuk mengurangi ketergantungan impor dan membuka lapangan kerja.
✅ Penguatan Kerja Sama Internasional
Saleh berupaya memperkuat kerja sama strategis dengan mitra industri global guna menarik investasi dan transfer teknologi.
Kiprahnya sebagai Menteri Perindustrian menjadikannya sebagai pemain penting dalam upaya Indonesia meningkatkan kontribusi industri terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menjabat sebagai menteri hingga 27 Juli 2016, kemudian digantikan oleh Airlangga Hartarto.
Karier Akademik dan Kepemimpinan Setelah Menteri
Selepas menjabat sebagai menteri, Saleh Husin tetap aktif di berbagai peran strategis:
🎓 Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia
(MWA UI) periode 2019–2023 — salah satu posisi
penting dalam pengembangan pendidikan tinggi
di Indonesia.
🧑💼 Tetap aktif dalam sejumlah perusahaan, termasuk
posisi komisaris utama.
🏆 Menerima penghargaan Commander of the Order
of Leopold (2017) dari Kerajaan Belgia atas jasa
peningkatan kerja sama bilateral di sektor industri.
Kontribusi dan Warisan
Saleh Husin dikenal sebagai sosok yang memadukan pengalaman bisnis, kebijakan publik, dan kemampuan akademik dalam pengambilan keputusan. Ia memiliki komitmen terhadap:
🔹 Pengembangan industri nasional yang
berkelanjutan
🔹 Penguatan keterlibatan dunia usaha dalam
kebijakan pemerintah
🔹 Peningkatan sumber daya manusia Indonesia
yang kompeten di sektor industri
Melalui berbagai posisi strategis, Saleh membantu memperkuat pondasi industri Indonesia menuju persaingan global.
Kesimpulan
Saleh Husin bukan hanya sekadar politisi atau menteri — ia adalah figur lintas sektor yang menjembatani dunia usaha, pemerintahan, dan pendidikan. Kemampuan komunikasi (lobby) dan pergaulan yang sangat luas membuat Saleh diterima dan akrab disemua lapisan. Perjalanan kariernya merupakan inspirasi bagaimana seorang putra daerah dari Rote, Nusa Tenggara Timur, mampu bersaing di kancah nasional dan internasional. (lya)











Komentar