NTTBersuara.id,KUPANG,–Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Oktovianus Naitboho, M.Si membuka kegiatan Uji Publik Praktik Pembelajaran STEM dalam Pemenuhan Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian Pendidikan, yang diselenggarakan Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), di Kupang, Selasa 5 Mei 2026.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah kepala sekolah dan guru di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang sebagai bagian dari uji petik dan forum diskusi kelompok terarah (FGD) untuk memetakan persoalan dalam penerapan pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Dalam sambutannya, Oktovianus menekankan pentingnya pendidikan substantif yang mampu mengintegrasikan teori dengan praktik kehidupan nyata. Menurut dia, pendekatan tersebut sejalan dengan konsep pembelajaran STEM
(Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang menggabungkan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika dalam satu kesatuan proses pembelajaran.
“Pembelajaran tidak boleh berhenti pada teori, tetapi harus menghasilkan keterampilan nyata yang berdampak langsung pada kehidupan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui pendekatan STEM, peserta didik didorong untuk mengidentifikasi persoalan di lingkungan sekitar, menganalisisnya secara ilmiah, mencari solusi berbasis teknologi, merancang inovasi, serta menghitung dampaknya secara terukur.
Sebagai contoh, pengelolaan sampah di lingkungan sekolah dapat dijadikan media pembelajaran terpadu. Siswa dapat mempelajari klasifikasi sampah dari sisi sains, memanfaatkan teknologi sederhana untuk pengolahan, merancang produk bernilai ekonomi, hingga menghitung nilai ekonominya secara matematis.
Lebih lanjut, Naitbohi menilai penguatan kapasitas guru menjadi kunci dalam implementasi pembelajaran yang integratif dan kontekstual. Guru diharapkan tidak lagi sekadar menyampaikan materi, melainkan berperan sebagai fasilitator yang membimbing peserta didik untuk berpikir kritis, menganalisis, dan mencipta.
Selain itu, ia menekankan pentingnya dukungan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran, bukan semata aspek administratif. Penataan sistem, penguatan peran kepala sekolah, serta pengembangan profesional guru dinilai perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Pada akhirnya, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas proses pembelajaran di kelas,” kata Oktovianus.
Sementara itu, tim kerja PSKP yang terdiri atas Ihya Ulumuddin, Tatik Soroeida, Voni Damayanti, dan Raisya Rahmatia menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para kepala sekolah dan guru dalam kegiatan tersebut.
Ihya Ulumuddin mengatakan, keterlibatan para praktisi pendidikan sangat penting untuk mengidentifikasi tantangan nyata di lapangan serta merumuskan solusi yang kontekstual.
“Masukan dari kepala sekolah dan guru menjadi dasar penting dalam penyempurnaan kebijakan standar pendidikan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PSKP Kemendikdasmen berharap hasil uji publik dan diskusi dapat memperkuat implementasi pembelajaran STEM sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.(lya)












Komentar