NTTBersuara.id, BAJAWA,– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berupaya meningkatkan infrastruktur jalan untuk mendukung pengembangan kawasan wisata unggulan. Salah satu proyek yang baru saja rampung adalah rekonstruksi ruas jalan Poma–Bajawa sepanjang sekitar 1 kilometer, yang akan membuka akses lebih mudah ke kawasan wisata 17 pulau di Riung, Kabupaten Ngada.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR NTT, Jarot A. Nugroho, SST, menjelaskan bahwa Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pertama pekerjaan akan dilaksanakan pada 13 Oktober 2025.
“Kami telah melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan seluruh pekerjaan sesuai dengan kontrak. Panjang ruas yang dikerjakan mencapai 870 meter, ditambah 150 meter trial, sehingga totalnya sekitar 1 kilometer. Pembayaran sesuai kontrak adalah 870 meter,” jelas Jarot.
Proyek ini dikerjakan oleh PT Indoraya Jaya Perkasa (IJP) dengan masa pemeliharaan selama 1095 hari kalender. Jarot berharap, perbaikan jalan ini akan berdampak positif bagi pengembangan ekonomi dan pariwisata daerah.
“Ruas ini merupakan jalur strategis menuju destinasi wisata Riung. Dengan kondisi jalan yang baik, aktivitas ekonomi dan pariwisata akan meningkat. Fokus pembangunan ke depan adalah membuka akses menuju potensi wisata dan sumber ekonomi baru daerah,” ujarnya.
Perwakilan kontraktor pelaksana dari PT Indoraya Jaya Perkasa, Raymond Togo, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah.
“Kami bersyukur dipercaya sebagai mitra kerja pemerintah dan mengerjakan proyek ini secara maksimal dengan memperhatikan mutu pekerjaan. Segala sumber daya, baik peralatan maupun sumber daya manusia, kami kerahkan. Waktu efektif pengerjaan sekitar 1,5 bulan, meskipun kontrak berlangsung selama 4 bulan (120 hari),” kata Raymond.
Ia menambahkan bahwa proyek berjalan lancar berkat dukungan masyarakat setempat. “Tidak ada kendala di lapangan. Masyarakat sangat mendukung karena pembangunan ini akan memperlancar akses dan mendorong wisata di wilayah Poma–Bajawa,” ujarnya.
Ruas jalan yang dibangun memiliki lebar badan jalan 4,5 meter dengan rabat beton selebar 50 sentimeter. Pemerintah berencana menambah sarana pendukung wisata seperti lopo-lopo dan bengkel wisata, serta memperkuat konektivitas hingga ke Pelabuhan Riung.
Jarot berharap, pembangunan infrastruktur ini dapat menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menumbuhkan ekonomi lokal dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. (lya)














Komentar