NTTBersuara.id, KUPANG,– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara (NTT) berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan dalam acara pengukuhan Kepala OJK NTT yang baru, Jumat, 30 Januari 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, penjaminan dan Dana Pensiun merangkap anggota Dewan Komisaris OJK RI, Ogi Prastomiyono, menegaskan komitmen tersebut.
“OJK sangat senang bisa ikut serta dalam pertumbuhan ekonomi di daerah dan tentunya harus bersinergi, berkolaborasi dengan seluruh stakeholder. Intinya, kami sangat senang,” kata Ogi. “Banyak sekali program-program yang kita kerjakan ke depan agar ekonomi berjalan, NTT bisa lebih maju, bagaimana mengedepankan aktivitas, memimpin isu wisata dan ekonomi, siap mendukung ekonomi NTT.”
Kepala OJK NTT yang baru dikukuhkan, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan program yang telah dirintis oleh pendahulunya, Japarmen Manalu, dan mendukung program-program pemerintah provinsi.
“Tentu kehadiran kami melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh Pak Japarmen Manalu,” kata Jimi. “Kami akan terus berkoordinasi, tentunya dengan membangun NTT sebagai juga mendukung program-program yang telah ditetapkan oleh Gubernur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi NTT.”
Fokus utama Yan Jimmy adalah memastikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT sebesar Rp350 miliar tepat sasaran. “Pastinya kami sebagai regulator akan melakukan pengawasan agar sesuai dengan ketentuan dan bermanfaat untuk masyarakat NTT dalam mendukung program Gubernur meningkatkan UMKM,” tegasnya.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyambut baik komitmen OJK tersebut. “Hari ini saya bersyukur karena kita bisa menyaksikan dan menghadiri Pengukuhan kepala OJK NTT yang baru,” ujarnya. “Mudahan dengan umur sepantaran ini kami bisa menjalankan bersama intinya OJK NTT menjadi mitra dan menjadi bagian dari pemerintah provinsi NTT.”
Gubernur Laka Lena juga menekankan pentingnya menggeser NTT dari provinsi konsumtif menjadi provinsi produktif. “Seperti yang saya sudah sampaikan mengeser provinsi NTT menjadi provinsi yang sangat produktif,” katanya.
Untuk itu, ia berharap OJK dapat mendukung program-program yang mendorong ekonomi kerakyatan. “Supaya bisa mengurangi instrumen ini terutama ekonomi kerakyatan pemberdayaan UMKM melalui KUR saya pikir ini yang jadi program yang penting kedepan,” imbuhnya.
Kepala OJK yang lama, Japarmen Manalu, berpesan agar literasi keuangan, khususnya perencanaan keuangan keluarga, terus ditingkatkan. “Kemajuan teknologi sekarang ini juga tidak membatasi lagi sehingga literasi keuangan wajib terutama yang belum sepenuhnya saya bisa laksanakan sudah saya titipkan kepada Pak Jimi yaitu perencanaan keuangan keluarga karena itu sangat penting,” kata Japarmen. “Kalau perencanaan keuangan keluarga nanti secara masif kita lakukan di NTT maka apa yang menjadi harapan Gubernur supaya Ini menjadi provinsi produktif itu bisa tercapai kami sudah mengerjakan dasar-dasarnya tinggal pak Jimi dan teman-teman melanjutkan.”
Dengan kolaborasi dan sinergi yang kuat, diharapkan OJK dan Pemerintah Provinsi NTT dapat membawa perubahan positif bagi perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(lya)













Komentar