GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Business Ekonomi
Beranda / Ekonomi / OJK NTT Gelar Gerak Syariah Gebyar Ramadan, Tingkatkan Inklusi dan Literasi Keuangan Syariah

OJK NTT Gelar Gerak Syariah Gebyar Ramadan, Tingkatkan Inklusi dan Literasi Keuangan Syariah

NTTBersuara.id, KUPANG,–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersiap menggelar kegiatan Gerak Syariah Gebyar Ramadan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan selama bulan Ramadan 2026. Kepala OJK NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, menyampaikan bahwa kegiatan ini bekerja sama dengan industri jasa keuangan syariah dan berbagai unsur terkait untuk memperkenalkan dan meningkatkan inklusi serta literasi keuangan syariah di masyarakat.

“Dalam momen Ramadan ini, kami ingin memperkuat sinergi antara industri jasa keuangan syariah dan masyarakat melalui kegiatan yang edukatif dan bermanfaat,” ujarnya pada Selasa, 3 Maret 2026, di Kantor OJK NTT. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berkaitan dengan promosi produk syariah, tetapi juga untuk meningkatkan pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap Indonesia yang berbasis ekonomi syariah.

Jimmy menambahkan bahwa sebelumnya, pihak OJK telah melakukan sejumlah pertemuan dengan berbagai pihak terkait, seperti Kementerian Agama melalui Bimas Islam, masyarakat ekonomi syariah, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT. “Kami juga telah bertemu dengan perwakilan dari Kementerian Agama dan MUI untuk menyusun rangkaian kegiatan ini agar lebih sesuai dengan prinsip syariah dan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Kegiatan utama akan dimulai pada Sabtu, 7 Maret 2026, bertempat di rumah makan Celebes, dan dilanjutkan kembali pada tanggal 10 Maret 2026 di Ballroom Universitas Muhammadiyah Kupang. “Ini adalah momentum memperkenalkan keuangan syariah secara langsung kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan inklusi keuangan syariah yang selama ini masih perlu didorong,” tuturnya.

Jimmy menegaskan bahwa tantangan utama dalam pengembangan keuangan syariah saat ini adalah tingkat literasi yang sudah cukup tinggi, tetapi tingkat inklusinya masih relatif rendah. “Secara literasi, masyarakat kita sudah banyak yang memahami konsep keuangan syariah, tetapi penerapan produknya belum sepenuhnya merata,” jelasnya.

Transaksi BNIdirect Tembus Rp6.039 Triliun, Bukti Kepercayaan Bisnis pada Layanan Digital BNI

Ia berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat bisa semakin memahami manfaat produk keuangan syariah dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. “Target kami, masyarakat tidak hanya paham konsepnya, tetapi juga berani membeli produk syariah di lembaga keuangan,” pungkas Jimmy, menutup paparan pada kegiatan tersebut.(lya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement