NTTBersuara.id, MAUMERE,– Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) bersama Pemerintah Provinsi NTT menggelar Sarasehan Nasional bertajuk “Obligasi Daerah sebagai Salah Satu Alternatif Pembiayaan Daerah dan Instrumen Investasi Publik” di Maumere, Kamis 12 Februari 2026.
Forum strategis ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, mulai dari regulator, praktisi keuangan, hingga akademisi, guna membedah potensi obligasi daerah sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan.
Gubernur Melki, dalam keynote speech-nya, menekankan bahwa obligasi daerah adalah bentuk modern dari nilai luhur Pancasila, yakni gotong royong.
Gubernur juga memaparkan rencana strategis pemanfaatan dana obligasi untuk sektor-sektor vital seperti pembangunan infrastruktur pelabuhan, pengelolaan air minum dan sampah, serta peningkatan fasilitas rumah sakit.
Meski pertumbuhan ekonomi NTT mencatatkan angka 5,05% dan angka kemiskinan turun ke 17,5%, Melki Laka Lena mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai.
Ketua Pelaksana sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Gorgonius Nago Bapa, menegaskan bahwa sarasehan ini adalah langkah konkret untuk menjawab keterbatasan fiskal yang selama ini menghimpit daerah.
Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng, yang membuka acara secara resmi, menyoroti urgensi payung hukum yang kuat. (lya)











Komentar