GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Lomba HUS Kuda Usman Husin Cup Kembali Digelar di Rote Ndao Juni 2026, Warisan Budaya yang Harus Dilestarikan

Lomba HUS Kuda Usman Husin Cup Kembali Digelar di Rote Ndao Juni 2026, Warisan Budaya yang Harus Dilestarikan

Lomba HUS Kuda Usman Husin Cup Kembali Digelar di Rote Ndao Juni 2026, Warisan Budaya yang Harus Dilestarikan

NTTBersuara.id,ROTE NDAO,–Lomba HUS Kuda Usman Husin Cup yang sukses digelar pada tahun 2023 akan kembali hadir di Kabupaten Rote Ndao pada Juni 2026. Atraksi budaya berkuda khas masyarakat Rote Ndao ini siap menghibur ribuan masyarakat dan menjadi daya tarik wisata budaya yang unik dari bumi Nusa Lontar.

Hus Kuda bukanlah pacuan kuda, melainkan atraksi budaya berupa pawai kuda berhias sekaligus perlombaan ketangkasan berkuda, serta acara makan dan menari bersama yang diikuti oleh pemilik kuda. Pada Juli 2023 silam, pegelaran pertama digelar di Lapangan Modosinal, Kecamatan Rote Barat Laut (RBL), dan meriah dengan jumlah peserta yang banyak serta ribuan penonton yang hadir.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Usman Husin, yang juga Putra Rote Ndao, membenarkan rencana penyelenggaraan lomba tahun 2026 melalui pesan WhatsApp pada Jumat 10 April 2026 “Hus kuda adalah sebuah atraksi budaya berkuda yang hanya ada di masyarakat Kabupaten Rote Ndao. Tidak ada di kabupaten lain, meskipun kuda ada di semua kabupaten. Ini atraksi budaya berkuda yang unik dan merupakan potensi wisata budaya yang harus dilestarikan dan dipromosikan,” ujarnya.

Hus Kuda Sebagai Upacara Syukur Hasil Pertanian

Sebagaimana diketahui, Hus Kuda pada awalnya merupakan upacara pertanian yang dilakukan para leluhur untuk menyatakan rasa syukur atas hasil pertanian yang berlimpah. Kegiatan ini biasanya dilangsungkan dalam suasana riang gembira dan menjadi bagian dari jantung kehidupan masyarakat Rote Ndao yang dikenal sebagai masyarakat petani-peternak.

Gubernur Melki Terima Kakanwil Ditjenpas NTT yang Baru: Perkuat Sinergi Pembinaan Warga Binaan

Pada hakikatnya, Hus Kuda adalah bagian dari ritual adat yang menyimpan nilai dan pesan budaya, dengan doa dan pemujaan kepada Yang Maha Kuasa serta permohonan atas berkat dan rahmat. Namun seiring perkembangan zaman dan teknologi, kebudayaan Hus Kuda hampir ditinggalkan, terutama karena moda transportasi berkuda mulai digantikan oleh kendaraan roda dua dan mobil. Memelihara kuda pun dianggap tidak lagi relevan kecuali untuk hobi atau kebutuhan tertentu seperti pacuan kuda.

“Namun yang namanya kebudayaan, memang sulit untuk dilupakan. Karena itulah, meski nyaris ditinggalkan, Hus Kuda tidak bisa punah. Kebudayaan memelihara ternak kuda pun tak bisa dihapuskan meski tidak terlalu dibutuhkan sebagai alat transportasi lagi. Bahkan atraksi budaya Hus Kuda membangkitkan semangat masyarakat Rote Ndao untuk kembali memelihara kuda,” jelas Usman Husin.

Lomba HUS Kuda Usman Husin Cup pertama yang digelar tahun 2023 sebelumnya telah menjadi sejarah baru bagi Kabupaten Rote Ndao, yang pantas dibanggakan dan digemakan ke seluruh negeri sebagai salah satu warisan budaya yang memiliki nilai wisata tinggi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement