GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Business Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Kepala BI NTT Optimis Pertumbuhan Ekonomi Daerah Tetap Positif di Tengah Dinamika Global

Kepala BI NTT Optimis Pertumbuhan Ekonomi Daerah Tetap Positif di Tengah Dinamika Global

NTTBersuara.id, KUPANG,– Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Adidoyo Prakoso, menyampaikan optimismenya mengenai pertumbuhan perekonomian NTT di tengah tekanan akibat dinamika global, khususnya konflik di Timur Tengah.

“Dinamika global, khususnya perang di Timur Tengah, tentu berdampak pada perekonomian Indonesia, termasuk di NTT. Namun kita harus optimis, sejauh efek perekonomian di NTT masih berjalan dan bertumbuh, dampak perang tidak menjadi tekanan yang berat pada perekonomian kita. Meski demikian, kita harus meningkatkan kewaspadaan akibat pengaruh situasi politik yang terjadi,” ujarnya dalam acara yang bertajuk “Sasando Dia (Sante-sante duduk ba omong deng meDia),” dengan tema Sinergi Stabilitas dan Penguatan Pertumbuhan Ekonomi NTT Tahun 2026 di Kantor BI NTT, Senin 2 Maret 2026

Adidoyo Prakoso memaparkan berbagai indikator yang menunjukkan perbaikan ekonomi di daerah selama awal tahun 2026. Ia menegaskan bahwa konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi motor utama peningkatan ekonomi, meski masih banyak tekanan akibat ketidakpastian politik dunia.

“Pertumbuhan ekonomi di NTT pada awal 2026 menunjukkan sinyal positif. Konsumsi rumah tangga dan aktivitas investasi meningkat, mendukung perekonomian daerah tetap bergerak ke arah yang lebih baik,” jelasnya.

Adidoyo juga menyoroti kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita NTT pada 2025 yang mencapai Rp25,84 juta per tahun, naik Rp1,57 juta dibandingkan tahun 2024. Peningkatan ini menandakan daya beli masyarakat dan produktivitas ekonomi yang membaik.

Transaksi BNIdirect Tembus Rp6.039 Triliun, Bukti Kepercayaan Bisnis pada Layanan Digital BNI

“Sementara itu, dari sisi stabilitas harga, inflasi NTT juga tetap terkendali di angka 2,39 persen, masih berada dalam sasaran nasional yaitu 2,5 plus minus 1 persen,” katanya.

Ia melanjutkan bahwa ada tiga faktor utama yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025. Pertama adalah peningkatan produksi pertanian yang memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi lokal.

“Kedua, meningkatnya aktivitas perdagangan yang dipicu akselerasi program ekspor. Ketiga, perbaikan neraca perdagangan yang memberikan efek positif terhadap PDRB,” rinci Adidoyo.

Di samping menjaga stabilitas makroekonomi, Bank Indonesia NTT juga aktif mendorong digitalisasi transaksi keuangan daerah. Sepanjang 2025, volume transaksi QRIS di NTT mencapai 75 juta transaksi.

“Atas capaian ini, Provinsi NTT mendapatkan penghargaan TP2DD Award 2025 sebagai provinsi terbaik di kawasan Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua,” ungkapnya.

Garuda Sakti Cross Border Fest 2026: BI NTT Perkuat Kedaulatan Rupiah dan Ekonomi di Beranda Negeri

Penghargaan ini menjadi bukti keberhasilan sinergi antara pemerintah daerah, BI, dan pemangku kepentingan dalam memperluas inklusi keuangan serta mendorong pemanfaatan teknologi digital secara massif.

Adidoyo menekankan bahwa upaya tersebut bukan hanya untuk meningkatkan efektivitas transaksi, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah di masa penuh tantangan.

“Digitalisasi transaksi menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekonomi dan mendukung transparansi serta inklusivitas keuangan yang dapat menjangkau masyarakat luas di NTT,” tutupnya optimis.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement