GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Karantina NTT Intensifkan Pengawasan Komoditas Selama Nataru, Lalu Lintas Ekspor Melonjak 82 Persen

Karantina NTT Intensifkan Pengawasan Komoditas Selama Nataru, Lalu Lintas Ekspor Melonjak 82 Persen

NTTBersuara.id,KUPANG,–Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Nusa Tenggara Timur (Karantina NTT) melakukan pengawasan secara intensif selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) guna memastikan kelancaran serta keamanan lalu lintas komoditas hewan, ikan, tumbuhan dan produknya yang masuk dan keluar wilayah NTT.

Kepala Karantina NTT, Simon Soli, dalam rilis Selasa 30 Desember2025, mengungkapkan bahwa pengawasan tersebut dilakukan di seluruh Satuan Pelayanan (Satpel) maupun Pos Pelayanan (Pospel) Karantina NTT.

“Kita punya 14 satuan pelayanan di NTT ini yaitu Satpel Labuan Bajo, Reo, Ende, Maumere, Alor, PLBN Motaain, Atapupu, PLBN Motamasin, PLBN Wini, Eltari, Rote, Sabu, Waingapu dan Satpel Waikelo, juga termasuk beberapa pos pelayanan, itu tetap kita lakukan pelayanan selama libur Nataru,” jelas Simon Soli.

Simon Soli juga mengungkapkan bahwa pada tahun ini terdapat lonjakan lalu lintas berbagai komoditas, baik yang masuk maupun keluar NTT. Berdasarkan data sertifikasi karantina, jumlah sertifikasi domestik keluar pada Desember 2025 mengalami peningkatan sebesar 25% dibandingkan Desember 2024, dari 2.665 sertifikat menjadi 3.318 sertifikat.

Lonjakan signifikan juga terjadi pada arus lalu lintas ekspor, terutama ke wilayah Timor Leste. Jumlah sertifikat ekspor yang diterbitkan Karantina NTT pada Desember 2025 meningkat sebesar 82% dibandingkan Desember 2024, dari 688 sertifikat menjadi 1.258 sertifikat.

Gubernur NTT Buka Rakorda BANGGA KENCANA – Dorong Perkuat Peran Keluarga untuk Atasi Stunting dan Kemiskinan

“Peningkatan ini tentu ada sisi positif negatifnya, positifnya artinya ada peningkatan arus barang baik antar pulau maupun antar negara yang diharapkan berdampak pada sektor ekonomi masyarakat secara langsung, namun demikian kami juga tetap waspada dan menjaga agar komoditas-komoditas tersebut kita jaga tetap aman dan sehat, aman bagi masyarakat yang mengonsumsinya dan sehat tidak berisiko membawa hama penyakit berbahaya, yang membahayakan lingkungan dan kelestarian sumber daya alam hayati kita, terutama di NTT ini,” jelas Simon.

Simon Soli memastikan bahwa pelayanan operasional karantina tetap berjalan selama masa libur Nataru sebagai komitmen Karantina NTT dalam mendukung kelancaran arus lalu lintas komoditas serta memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat dan pelaku usaha.(lya)

Berita Terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

Oknum Polisi di Kupang Terancam Hukuman Berat Usai Diduga Cabuli Anak Tiri, Polda NTT Tegaskan Komitmen Transparansi

02

Gubernur NTT Sebut 9.000 Pegawai PPPK Bakal Dirumahkan untuk Rasionalisasi Anggaran

03

Keluarga Agripa Ulurkan Tangan, Salurkan Bantuan Bahan Bangunan untuk Korban Puting Beliung di Bello

04

Warga Bello Keluhkan Pangkalan Minyak Tanah, Distribusi Disebut Tak Tepat Sasaran

05

Survei Voxpol: 80,5% Masyarakat NTT Puas dengan Kinerja Gubernur Melki, Ini Tanggapan Sang Gubernur

Berita Terbaru

SEKDA KOTA KUPANG HADIRI SOSIALISASI HIV/AIDS UNTUK PELAJAR SMP, AJAK JAGA DIRI DAN JADI AGEN PERUBAHAN KUPANG – Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt S.H, mewakili Wali Kota Kupang, menghadiri kegiatan Sosialisasi HIV/AIDS bagi Pelajar Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Wilayah Kota Kupang yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang. Kegiatan ini berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Kamis (16/4). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kota Kupang dr. Widya Cahya, Ketua Persatuan Istri Anggota (PIA) DPRD Kota Kupang Jacqlyne Getruida Odja, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang Ellisah Pelt Tobing, perwakilan Ketua DWP Provinsi NTT, serta para narasumber drg. Retnowati, M.Kes, Julius Tanggu Bore, SH, dan Eirene M. Jusuf, S.Pt., M.Sc. Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kota Kupang menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi yang efektif dalam menyampaikan edukasi kepada generasi muda. Ia mengajak seluruh peserta untuk menyimak materi dengan baik dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun pemahaman yang benar sejak dini. Apa yang adik-adik peroleh hari ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk menjaga diri, membentuk pola hidup sehat, serta berkontribusi dalam lingkungan sosial dan keluarga,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program pemerintah sangat ditentukan oleh kerja sama semua pihak. Edukasi kesehatan, termasuk pencegahan HIV/AIDS, merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sementara itu, Ketua Panitia, Dellya Loa-Johanes dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kota Kupang dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang tepat dan komprehensif kepada generasi muda. “Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang benar mengenai HIV/AIDS, termasuk cara penularan dan pencegahannya, sehingga para pelajar mampu menjaga diri dari berbagai risiko,” jelasnya. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 60 siswa perwakilan dari 21 SMP di Kota Kupang. Para peserta mendapatkan materi terkait kebijakan pemerintah dalam pencegahan HIV/AIDS serta edukasi mengenai bahaya dan upaya pencegahannya di kalangan remaja. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar tidak hanya memahami informasi yang disampaikan, tetapi juga mampu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.






× Advertisement
× Advertisement