GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Business Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Investor Pasar Modal Melonjak, Pertumbuhan Jasa Keuangan NTT Tetap Positif di Tahun 2025

Investor Pasar Modal Melonjak, Pertumbuhan Jasa Keuangan NTT Tetap Positif di Tahun 2025

NTTBersuara.id,KUPANG,– Jumlah investor pasar modal di Nusa Tenggara Timur (NTT) melonjak signifikan hingga akhir 2025, menjadi salah satu indikator peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat daerah tersebut. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT menunjukkan jumlah investor saham mencapai 50.016 single investor identification (SID), tumbuh 41,45 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara investor reksa dana naik 38,79 persen menjadi 137.399 orang.

Kepala OJK NTT, Jimmy Hendrik Simarmata, mengatakan bahwa kenaikan jumlah investor ini mencerminkan kepercayaan yang semakin tinggi masyarakat terhadap instrumen investasi resmi. “Nilai transaksi saham pun melonjak menjadi Rp758 miliar atau tumbuh 77,33 persen. Ini menandakan literasi dan inklusi keuangan masyarakat NTT semakin meningkat,” ujar Jimmy dalam Diskusi Sasando Dia di Kantor Bank Indonesia NTT, Senin 2 Maret 2026.

Selain pasar modal, pertumbuhan sektor perbankan di NTT juga menunjukkan hasil positif. Aset perbankan tumbuh 7,45 persen year-on-year menjadi Rp56,46 triliun. Penyaluran kredit naik 2,47 persen menjadi Rp47,41 triliun, sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh lebih tinggi yakni 15 persen menjadi Rp40,82 triliun.

Meskipun rasio loan to deposit ratio (LDR) tercatat tinggi di angka 116 persen, tingkat kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tetap terkendali pada angka 3,57 persen, menunjukkan kesehatan industri perbankan yang terjaga walaupun menghadapi tantangan.

Menurut Jimmy, kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap menjadi fokus utama dalam penyaluran pembiayaan, dengan total sebesar Rp17,42 triliun atau sekitar 65,84 persen dari total kredit. “UMKM masih menjadi motor ekonomi rakyat di NTT. Kami mendorong perbankan agar senantiasa menjaga kualitas kredit dan prinsip kehati-hatian,” ujarnya.

Transaksi BNIdirect Tembus Rp6.039 Triliun, Bukti Kepercayaan Bisnis pada Layanan Digital BNI

Dalam sektor fintech, outstanding pinjaman peer-to-peer (P2P) lending mencapai Rp874 miliar, tumbuh 50,33 persen. Jimmy menekankan pentingnya peningkatan literasi agar masyarakat memahami risiko dan terhindar dari praktik ilegal.

Sepanjang 2025, OJK NTT menerima 215 pengaduan konsumen, dengan isu terbesar terkait perilaku penagihan sebesar 38,6 persen. Untuk meningkatkan edukasi keuangan, OJK melaksanakan 237 kegiatan dengan total 16.262 peserta di berbagai kabupaten/kota NTT.

Untuk tahun 2026, OJK NTT berencana mendorong penguatan pembiayaan sektor unggulan daerah seperti hilirisasi rumput laut sekaligus memperluas akses keuangan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang sudah terbentuk di tingkat provinsi dan 22 kabupaten/kota.

Jimmy menegaskan bahwa kolaborasi antara otoritas dan pemerintah daerah akan terus diperkuat agar sektor jasa keuangan di NTT tetap stabil, inklusif, dan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (lya)

Garuda Sakti Cross Border Fest 2026: BI NTT Perkuat Kedaulatan Rupiah dan Ekonomi di Beranda Negeri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement