GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Business Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Hadiri Penutupan Kupang Lampion Street Market, Wali Kota Dorong Penguatan UMKM dan Harmoni Keberagaman

Hadiri Penutupan Kupang Lampion Street Market, Wali Kota Dorong Penguatan UMKM dan Harmoni Keberagaman

NTTBersuara.id,KUPANG,– Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri penutupan Kupang Lampion Street Market yang digelar selama tiga hari di Jalan El-Tari, depan Rumah Jabatan Gubernur NTT, Minggu 8 Maret 2026. Acara ini dihadiri pula oleh Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol (Purn) Johni Asadoma; anggota DPD RI, Ir. Abraham Paul Liyanto; unsur Forkopimda Kota Kupang; serta tokoh dan perwakilan paguyuban se-Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada PSMTI Provinsi NTT dan seluruh panitia pelaksana atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai, kegiatan ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi masyarakat, tetapi juga memberi dampak nyata dalam meningkatkan pergerakan ekonomi, khususnya bagi UMKM di Kota Kupang.

“Selama tiga hari, kegiatan ini telah menggerakkan perekonomian dan meningkatkan daya saing UMKM kita. Saya ucapkan terima kasih kepada PSMTI yang banyak membantu pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Christian Widodo.

Ia menegaskan, penguatan sektor UMKM menjadi fokus utama Pemerintah Kota Kupang, mengingat karakteristik daerah yang otonom pada bidang jasa dan perdagangan. “UMKM adalah denyut nadi ekonomi di Kota Kupang. Meskipun tidak memiliki hasil bumi melimpah, UMKM menjadi tumpuan utama perekonomian kita,” tambahnya.

Selain apresiasi, Wali Kota membuka peluang agar kegiatan serupa dapat dilakukan lebih sering di masa mendatang, tidak terbatas pada perayaan tertentu. “Kalau ingin dibuat lagi tahun depan, boleh dua kali setahun. Tidak harus saat Imlek, bisa saat Natal, atau momen lain. Kota Kupang siap mendukung,” ujarnya.

Gubernur NTT Terima Audiensi Flores Komodo Tours, Siapkan Selamat Datang Kapal Pesiar Oceania Vista

Menutup sambutannya, Wali Kota memaknai tema “Harmoni dalam Keberagaman” sebagai cerminan kehidupan masyarakat kota yang majemuk. Ia menegaskan bahwa harmoni bukan berarti menyamakan perbedaan, melainkan menciptakan keseimbangan agar keberagaman menjadi kekuatan. “Kota Kupang adalah kanvas dan kita semua adalah warna-warninya. Jika disusun dengan baik, akan menjadi lukisan indah bernama Kota Kupang yang maju,” tutupnya.

Di akhir acara, Wali Kota mengimbau seluruh masyarakat menjaga kolaborasi lintas suku, agama, dan etnis. Ia juga menyebut bahwa Kota Kupang baru saja meraih berbagai penghargaan nasional, seperti masuk 10 besar Indeks Kota Toleran dan mendapatkan penghargaan Cita Kota Damai serta Inklusif dari Mendagri, sebagai bagian dari keberhasilan membangun kota majemuk yang harmonis.(lya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement