GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Gubernur NTT Pimpin Forkopimda, Siapkan Penanganan Mudik hingga Pencegahan Konflik Sosial

Gubernur NTT Pimpin Forkopimda, Siapkan Penanganan Mudik hingga Pencegahan Konflik Sosial

NTTBersuara.id,KUPANG, –Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur, Kamis 12 Maret 2026 sore. Rapat ini membahas sejumlah isu strategis menjelang perayaan Idul Fitri, termasuk antisipasi arus mudik, ketersediaan bahan pokok, pengawasan perbatasan, hingga pencegahan konflik sosial.

Turut hadir dalam rapat tersebut Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma, Ketua DPRD NTT Emelia J Nomleni, Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT Flouri Rita Wuisan, Komandan Korem 161/Wira Sakti Kupang, serta jajaran pimpinan perangkat daerah dan instansi vertikal se-Provinsi NTT.

Rapat koordinasi ini membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya antisipasi arus mudik Idul Fitri, ketersediaan bahan pokok dan BBM, pengawasan perlintasan ilegal di wilayah perbatasan, serta upaya pencegahan konflik sosial di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Alor.

Dalam arahannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT telah melakukan langkah antisipatif bersama Dinas Perhubungan untuk memastikan keselamatan transportasi mudik, khususnya di moda laut dan udara.

“Transportasi arus mudik harus dipastikan aman, terutama transportasi laut dan udara. Untuk transportasi darat sejauh ini relatif aman,” tegas Melki Laka Lena.

Data Akurat Kunci Penanggulangan Kemiskinan NTT, Wagub: Jangan Hanya Lihat Anggaran

Terkait ketersediaan bahan pokok, Gubernur menyampaikan bahwa stok beras yang dikelola Bulog di Provinsi NTT saat ini mencapai sekitar 17.500 ton dan dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama kurang lebih tiga bulan ke depan.

“Sementara itu, berdasarkan pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT terhadap 17 jenis dan 26 komoditas barang kebutuhan pokok selama periode Januari–Februari 2026, ketahanan stok masih mampu memenuhi kebutuhan selama perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional dengan rata-rata ketahanan sekitar dua bulan,” jelasnya.

Dari sisi harga, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan di tingkat distributor, yakni daging sapi (2,94%), telur ayam (45%), bawang merah (14,28%), cabai merah besar (33,33%), cabai merah keriting (14,28%), dan cabai rawit merah (8,33%).

Untuk menjaga stabilitas harga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT terus berkoordinasi dengan Tim Satuan Tugas Pangan (Satgas Polda NTT) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam memantau perkembangan harga selama periode hari raya.

Selain isu transportasi dan ketersediaan pangan, rapat tersebut juga membahas langkah-langkah pencegahan konflik sosial, khususnya terkait sengketa lahan di wilayah Adonara, Kabupaten Flores Timur, serta dinamika sosial di Kabupaten Alor.

Peringati HUT ke-81 RI, Pemprov NTT Gelar Bakti Sosial ke 23 Lokasi: Kemerdekaan Dirasakan Lewat Kepedulian

Melki Laka Lena menekankan pentingnya pendekatan dialog dan mediasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan guna menemukan akar persoalan serta mendorong penyelesaian yang damai.

“Kita harus fokus pada penyelesaian yang damai dengan melibatkan semua pihak terkait. Dialog dan mediasi adalah kunci untuk mencapai pemahaman bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap jalur perlintasan di wilayah perbatasan, khususnya di Wini, Motamasin, dan Oepoli, guna mencegah aktivitas lintas batas ilegal baik bagi orang maupun barang dari dan ke wilayah Timor Leste.

“Pintu masuk resmi kita hanya beberapa, sementara jalur tidak resmi cukup banyak. Karena itu perlu pengawasan yang baik untuk mencegah perlintasan ilegal baik orang maupun barang dari dan ke wilayah Timor Leste,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Forkopimda memiliki peran strategis dalam memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif selama perayaan Idul Fitri. Fokus sinergi Forkopimda diarahkan pada beberapa hal, yaitu memastikan kelancaran transportasi mudik, menjaga stabilitas harga pangan, memperkuat pengawasan wilayah perbatasan, meningkatkan deteksi dini konflik sosial, serta memperkuat koordinasi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Traktor Roda Empat Pertama Hadir di Sumba Timur, Usman Husin Penuhi Harapan Petani

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Johanis Asadoma mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap kapasitas penumpang transportasi laut agar tidak terjadi kelebihan muatan yang dapat membahayakan keselamatan.

“Perhatikan kapasitas penumpang kapal dan jangan sampai terjadi kelebihan muatan. Ini harus diawasi secara ketat dan berlapis oleh seluruh pihak terkait,” tegas Wagub Johni Asadoma.

Ia juga berharap seluruh pihak dapat memperkuat kerja sama dan kolaborasi guna memastikan arus mudik serta ketersediaan bahan pokok selama Idul Fitri berjalan aman dan lancar.

“Kerja sama, kolaborasi, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.(lya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement