GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Business Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Gubernur NTT Dorong Penguatan KUR Bersama Pihak terkait, Dorong Produktivitas Sebelum Hilirisasi

Gubernur NTT Dorong Penguatan KUR Bersama Pihak terkait, Dorong Produktivitas Sebelum Hilirisasi

NTTBersuara.id,KUPANG,– Bertempat di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT pada Kamis 12 Maret 2026 digelar Rapat Koordinasi Pembahasan Ekonomi Daerah Provinsi NTT yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan terkait ekonomi daerah. Hadir dalam rapat tersebut Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Kepala OJK NTT Yan Jimmy Hendrik Simarmata, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Adidoyo Prakoso, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTT Adi Setiawan, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT Matamira B. Kale.

Turut hadir pula sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, antara lain Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Selfi Nange, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Joaz Bily Oemboe Wanda, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Zet Sony Libing, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulastri H.I. Rasyid, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Viktor Manek.

Berbagai isu strategis menjadi fokus pembahasan dalam rapat tersebut, di antaranya perkembangan kondisi ekonomi daerah, pengendalian inflasi, penguatan sektor-sektor unggulan, serta upaya mendorong peningkatan investasi dan aktivitas ekonomi masyarakat. Sektor pertanian juga mendapatkan perhatian khusus mengingat kontribusinya yang besar terhadap perekonomian NTT.

Selain itu, juga dibahas upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, serta mendorong pengembangan industri berbasis potensi lokal guna meningkatkan nilai tambah produk daerah.

Dalam arahannya, Gubernur NTT Melki Laka Lena menekankan pentingnya memperluas akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memperkuat dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Menurutnya, penguatan penyaluran KUR menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan dan pertumbuhan UMKM di Provinsi NTT.

Gubernur NTT Terima Audiensi Flores Komodo Tours, Siapkan Selamat Datang Kapal Pesiar Oceania Vista

“Melalui akses pembiayaan yang lebih mudah dan bunga yang terjangkau, pelaku UMKM dapat memperoleh tambahan modal untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas usaha, serta meningkatkan kualitas produk dan daya saing di pasar. Dukungan pembiayaan tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan usaha masyarakat, serta mendorong UMKM di NTT untuk terus berkembang dan naik kelas sehingga memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Gubernur juga menekankan bahwa keberhasilan program KUR tidak terlepas dari produktivitas usaha masyarakat. “Bicara tentang KUR ini ekosistemnya akan bagus jika produktivitas usaha masyarakatnya juga bagus. Menurut saya bila produktivitas masyarakatnya baik pada bidang pertanian, peternakan, bahkan perikanan maka bisa berkontribusi bagi kelangsungan ekonominya. Jika ada peningkatan produksi, maka pembiayaan KUR sudah bisa terus dilakukan. Orang akan mudah mengembalikan pinjaman pembiayaan KUR, jika hasil produksinya bagus dan dia dapat keuntungan yang baik,” jelasnya.

Ia mengajak seluruh pihak untuk menyelaraskan upaya pemberdayaan UMKM dengan akses pembiayaan dari perbankan. “Jadi kita atur dengan baik sehingga pemberdayaan UMKM terhubung dengan akses pembiayaan dari setiap perbankan dan dukung penuh agar produktivitas usaha masyarakat bisa meningkat terutama pada bidang pertanian, peternakan, bahkan perikanan serta UMKM,” ungkap Gubernur.

Selain itu, Gubernur juga menyampaikan strategi terkait hilirisasi dan industrialisasi di NTT. “Yang kedua, kalau kita mau hilirisasi, menurut saya harus berdasarkan pada produktivitas yang sudah meningkat dulu. Jadi kita akan masuk di sisi hilirisasi itu ketika memang produktivitas meningkat. Hanya dengan produktivitas yang tinggi di berbagai sektor, plus hilirisasi yang bergerak, baru kita bicara industrialisasi NTT itu lebih kokoh,” tambahnya.

Ia berharap seluruh potensi daerah dapat dioptimalkan hingga tingkat terkecil. “Kalau kita produktivitasnya bagus, terus dengan ekosistem yang kita bangun, kita identifikasi secara maksimal hingga level kabupaten/kota bagaimana, sampai level terkecil di tingkat desa/kelurahan bisa kita satukan untuk menuju pada tahapan industrialisasi. Produksi meningkat, hilirisasi berkelanjutan maka industrialisasi mulai bergerak dan makin bertumbuh baik serta merata di seluruh NTT,” ujarnya.

Bank Indonesia Perkuat Kemitraan Strategis dengan Perguruan Tinggi untuk Pengembangan SDM Unggul di Bidang Kebanksentralan

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Provinsi NTT bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperkuat dukungan terhadap UMKM, memperluas akses pembiayaan melalui KUR, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat NTT.(lya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement