NTTBersuara.id,KUPANG, — “Hutan memiliki peran yang sangat vital, tidak hanya sebagai penyangga kehidupan dari sisi ekologis tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan sosial yang besar bagi masyarakat, khususnya di sekitar kawasan hutan.”
Demikian penegasan Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, saat membuka Rapat Koordinasi UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah kabupaten/kota se-Provinsi NTT yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT di Hotel Harper Kupang, Jumat 27 Maret 2026.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menekankan bahwa kondisi hutan dengan segala kekayaan dan potensi alamnya harus menjadi perhatian serius untuk dijaga keberlanjutannya.
“Hutan kita memang tidak luas seperti Kalimantan atau Papua, tetapi justru karena luasnya yang hanya sedikit itu kita harus menjaganya dengan lebih kuat dan lebih serius,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki juga mendorong agar pengelolaan hutan tidak hanya berfokus pada aspek konservasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata melalui pemanfaatan hasil hutan, khususnya hasil hutan bukan kayu (HHBK).
“Hutan itu fungsinya bukan sekadar urusan konservasi dan ekologis tapi manfaat sosial dan ekonominya harus kita urus dengan baik. Kita punya produk (lya)











Komentar