GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Filmon Loasana Anggota DPRD NTT Fraksi PSI Soroti Aset Pemprov yang Tidak Optimal Hasilkan PAD  

Filmon Loasana Anggota DPRD NTT Fraksi PSI Soroti Aset Pemprov yang Tidak Optimal Hasilkan PAD  

NTTBersuara.id, Anggota Komisi III DPRD NTT dari Partai PSI, Filmon Loasana, menyoroti sejumlah aset Pemerintah Provinsi NTT yang dinilai belum optimal dalam menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini disampaikan Filmon usai melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Perikanan Tenau.

“Kami berkunjung ke pelabuhan perikanan Tenau, di sana memang ada fasilitas yang menjadi sumber pendapatan bagi provinsi NTT lewat penarikan retribusi,” ujar Filmon.

Namun, Filmon menemukan adanya penolakan dari pengguna lapak di Pelabuhan Perikanan Tenau terkait retribusi yang ditarik melalui Pergub. Penolakan ini disebabkan kondisi lapak dan fasilitas pendukung bagi UMKM atau penjual ikan yang dinilai tidak memadai.

“Kenapa ada penolakan dari pengguna lapak yang ada di pelabuhan perikanan Tenau itu karena kesediaan dari lapak-lapak atau fasilitas pendukung bagi UMKM atau penjual ikan itu tidak begitu bagus,” jelasnya.

Padahal, menurut Filmon, Pelabuhan Perikanan Tenau memiliki potensi yang besar dalam menyumbang PAD. Tahun ini saja, kontribusi retribusi dari pelabuhan tersebut mencapai 1,3 miliar.

Gubernur NTT: Bangun Sistem PMI dari Hulu ke Hilir, Target Berangkat Langsung dari NTT – ‘Stop Fokus ke Malaysia’

“Nah ini sebenarnya pemerintah harus fokus kepada aset-aset seperti ini yang memberi dampak pada PAD. Jangan hanya terfokus pada atau membangun satu program yang tidak memberi dampak contoh NTT Mart yang kedua OVOP dan itu tidak memberi dampak,” tegas Filmon.

Filmon, juga meminta pemerintah provinsi untuk fokus membenahi semua aset yang menjadi tugasnya, termasuk Pelabuhan Perikanan Tenau dan TPI Oeba.

“Saya minta pemerintah fokus membenahi semua aset yang menjadi tugasnya Pemprov itu diperbaiki ya Mulai dari pelabuhan perikanan tenau dan juga TPI Oeba itu harus memberi eh apa namanya perhatian Saya tegaskan lagi bahwa memberi perhatian supaya mendapatkan penghasilan lewat retribusi pajak,” pungkasnya. (lya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement