NTTBersuara.id,KUPANG,–Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo bersama Wakil Wali Kota Serena C. Francis terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui berbagai kegiatan strategis berbasis kerakyatan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Festival Budaya yang digelar di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Kota Kupang yang diperingati setiap bulan April.
Tahun ini, Kota Kupang genap berusia 140 tahun sejak berdiri pada 1886 hingga 2026, sekaligus merayakan 30 tahun sebagai daerah otonom. Momentum ini dimanfaatkan pemerintah dan masyarakat untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi warga. Festival Budaya Penkase Oeleta menjadi wadah bagi pelaku UMKM lokal untuk mempromosikan berbagai produk unggulan, mulai dari kain tenun khas NTT hingga aneka kuliner tradisional.
Kegiatan Meriah Berlangsung Tiga Hari, Dibuka Kepala Dinas Pariwisata
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Umum Kelurahan Penkase Oeleta berlangsung meriah, dipandu oleh Yose Rizal bersama Riesta Ratna Megasari, dengan antusiasme warga yang mulai berdatangan sejak hari pertama. Secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang Josefina M. D. Gheta, festival ini berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu 29 April 2026 hingga 1 Mei 2026.
Lurah Penkase Oeleta Pether Nenohaifeto menegaskan pentingnya semangat gotong royong dalam membangun kebersamaan masyarakat. “Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi usaha warga serta mendukung pertumbuhan ekonomi keluarga. Ini adalah milik bersama masyarakat Penkase Oeleta,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh warga untuk hadir dan menikmati suasana festival yang hanya digelar setahun sekali, sebagai momen mempererat tali persaudaraan.
“Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi wujud nyata persatuan. Penkase Oeleta adalah miniatur Kota Kupang yang penuh keberagaman suku, agama, ras, dan budaya,” tambahnya.
Seluruh Elemen Masyarakat Terlibat, Dorong Dampak Positif Bagi UMKM
Keberagaman tersebut terlihat dari keterlibatan berbagai etnis hidup berdampingan secara harmonis. Sementara itu, Ketua Panitia Imanuel Absoni Ratu Dally menyampaikan bahwa seluruh elemen masyarakat dilibatkan secara aktif dalam penyelenggaraan festival ini. “Kami merangkul semua pihak agar kegiatan ini memberikan dampak positif, khususnya bagi pelaku UMKM lokal,” jelasnya.
Festival Budaya Penkase Oeleta 2026 pun menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun ekonomi sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman.(lya)











Komentar