GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
PENDIDIKAN
Beranda / PENDIDIKAN / Disdikbud Kota Kupang Gelar Bimtek Deep Learning – Perkuat Mutu Pendidikan Nonformal Melalui PKBM

Disdikbud Kota Kupang Gelar Bimtek Deep Learning – Perkuat Mutu Pendidikan Nonformal Melalui PKBM

Disdikbud Kota Kupang Gelar Bimtek Deep Learning – Perkuat Mutu Pendidikan Nonformal Melalui PKBM

NTTBersuara.id,KUPANG,– Upaya meningkatkan mutu pendidikan nonformal di Kota Kupang terus diperkuat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam (deep learning) bagi pengelola dan tutor Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Senin 11 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung penuh antusias itu diikuti sekitar 40 peserta yang berasal dari berbagai PKBM, Rumah Pintar, dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kota Kupang. Bimtek dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, serta dihadiri Kepala Bidang Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PTK), pengelola PKBM, tutor pendidikan nonformal, dan pegiat pendidikan kesetaraan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang melalui Ketua Panitia yang juga Kepala Seksi Kelembagaan Bidang PTK, Aram Kolifai, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan nonformal.

Menurut Aram, pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang belum terjangkau pendidikan formal. Karena itu, kompetensi pengelola dan tutor PKBM perlu terus diperkuat melalui pelatihan dan pengembangan kapasitas yang berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pengelola dan tutor PKBM mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih aktif, kreatif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik. Pembelajaran mendalam bukan sekadar penyampaian materi, tetapi mendorong peserta didik mampu berpikir kritis dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Aram.

Sertijab Kepala SDI Oepura 3 Berlangsung Haru – Orang Tua dan Guru Lepas Riko dengan Air Mata

Ia menjelaskan, pendekatan deep learning menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka pada pendidikan nonformal. Para tutor diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang mendorong warga belajar lebih aktif menggali pengetahuan, memahami materi secara menyeluruh, serta mengembangkan keterampilan hidup yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Selain materi mengenai pembelajaran mendalam, peserta juga mendapatkan penguatan terkait manajemen kelas, implementasi Kurikulum Merdeka, Perencanaan Berbasis Data (PBD), pemanfaatan rapor pendidikan, pengelolaan data berbasis teknologi informasi, hingga penguatan kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

“Kami ingin PKBM tidak hanya menjadi tempat belajar paket kesetaraan, tetapi benar-benar menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang mampu menjawab kebutuhan warga dan perkembangan dunia pendidikan saat ini,” katanya.

Aram menambahkan, pengelola dan tutor PKBM merupakan ujung tombak pendidikan nonformal karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi tenaga pendidik dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan kesetaraan di Kota Kupang.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur praktisi pendidikan dan birokrasi, di antaranya Yandri D.I. Snae, S.Pd., M.T dan Lidia Natalia Sitompul, S.Pd., M.M dari BPMP Provinsi NTT, serta Apriana Do Lalu, S.Pd dari SD GMIT Bonipoi 3456.

Sementara itu, salah satu peserta, Foni Mela selaku pengelola PKBM Obor Timor, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut dia, bimtek menjadi ruang penting bagi para pengelola dan tutor untuk memperluas wawasan sekaligus berbagi pengalaman terkait tantangan penyelenggaraan pendidikan nonformal di lapangan.

Gubernur NTT Luncurkan Program Siber Sehat NTT – Dorong Budaya Digital Sehat, Aman, dan Bertanggung Jawab

Selama kegiatan berlangsung, peserta juga diberi kesempatan berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana hingga strategi meningkatkan motivasi belajar warga belajar.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang berharap melalui kegiatan tersebut kualitas pendidikan kesetaraan di Kota Kupang semakin meningkat, sekaligus mendorong PKBM menjadi lembaga pendidikan masyarakat yang adaptif, inovatif, dan mampu mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.
(goe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement