NTTBersuara.id,KUPANG,– Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menegaskan bahwa transformasi “Ayo Bangun NTT” lahir dari akar budaya sendiri dalam sesi pleno Indonesia-Pacific Cultural Synergy di Sabu Ballroom, Hotel Harper – Kota Kupang, pada Rabu 12 November 2025 siang.
“Transformasi ‘Ayo Bangun NTT’ lahir dari akar budaya kita sendiri. NTT adalah tanah di mana gotong royong, solidaritas, dan adat istiadat menjadi napas kehidupan masyarakat,” ujar Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma.
Menurut Wagub Johni, harmoni antara manusia, alam dan budaya, merupakan kunci keberlanjutan sejati. Karena itu, seluruh kebijakan pembangunan di NTT diarahkan untuk menumbuhkan harmoni agar ekonomi hijau, ekonomi biru, dan ekonomi kreatif tumbuh dan berakar pada nilai-nilai kearifan lokal masyarakat NTT.
“Dari nilai-nilai itulah, kami membangun semangat baru, membangun dari bawah, dari desa, dari komunitas, dengan semangat saling menghidupi. Kami percaya, pembangunan sejati tidak hanya membangun jalan, jembatan, dan gedung, tetapi juga membangun manusia dan relasi sosialnya,” tegas Wagub Johni.
Transformasi “Ayo Bangun NTT”, bagi Wagub Johni, berdiri di atas tiga pilar utama : ekonomi berkelanjutan, pemberdayaan komunitas, dan pemerataan infrastruktur berkelanjutan.
“Kami ingin pembangunan yang bukan hanya membangun fisik, tetapi juga memulihkan hubungan antara manusia dan alam. Bagi kami, kebudayaan tidak boleh berhenti di masa lalu. Ia harus hidup, bergerak, menjadi sarana dialog, ekonomi, dan diplomasi yang memperkuat posisi Indonesia di kawasan Pasifik,” ujar Wagub Johni.
Selain itu, Wagub Johni juga menyoroti peran pendidikan sebagai jembatan terbaik dalam mewariskan nilai-nilai budaya.
“Kami mengintegrasikan muatan lokal budaya NTT ke dalam kurikulum sekolah dasar hingga menengah. Anak-anak tidak hanya membaca tentang budaya, tetapi mereka mengalami budaya itu secara langsung,” ujarnya.
Wagub Johni juga menekankan pentingnya warisan budaya tak benda bagi pembangunan NTT.
“Setiap warisan itu memiliki kisah dan nilai yang luar biasa tentang iman, ketekunan, keindahan, dan kesetiaan pada tanah. Bagi kami, menjaga budaya berarti menjaga jiwa masyarakat,” lanjutnya.
Dalam sesi yang dihadiri oleh para delegasi dan seniman dari negara-negara undangan IPACS tersebut, Wagub Johni menegaskan posisi NTT sebagai gerbang timur Indonesia dan titik temu budaya Austronesia dan Pasifik.
Melalui forum IPACS ini, menurut Wagub Johni, NTT mengukuhkan peran penting sebagai jembatan diplomasi budaya Indonesia di Pasifik. (lya(











Komentar