NTTBersuara.id, KUPANG,– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa 10 Maret 2026. Sejumlah daerah diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang mulai pukul 07.30 WITA.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek, menjelaskan kepada media bahwa informasi BMKG per pukul 07.00 WITA menunjukkan potensi hujan lebat di beberapa wilayah Kabupaten Kupang. “Wilayah seperti Kupang Barat, Kupang Timur, Sulamu, dan beberapa kecamatan lain berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir,” jelas Sti Nenotek.
Selain Kabupaten Kupang, daerah lain yang berpotensi mengalami kondisi serupa adalah Kabupaten Timor Tengah Utara, terutama Kecamatan Mutis. Di Kabupaten Alor, wilayah yang diperkirakan hujan lebat meliputi Alor Barat Laut, Pantar Barat, dan pulau-pulau sekitar seperti Pulau Pura dan Pantar Timur.
Di Pulau Sumba, potensi hujan terjadi di sejumlah kecamatan Kabupaten Sumba Barat seperti Loli, Wanokaka serta kota Waikabubak. Hujan juga terutama diperkirakan mengguyur wilayah-wilayah di Kabupaten Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya.
BMKG mencatat daerah Kabupaten Lembata seperti Naga Wutung dan Atadei juga diprakirakan turun hujan lebat. Begitu pula dengan Kabupaten Manggarai Barat yang meliputi Sano Nggoang dan Komodo mendapat peringatan cuaca buruk.
Untuk wilayah Kota Kupang, BMKG menyampaikan bahwa Kecamatan BMak, Kelapa Lima, dan Oebobo termasuk area yang berpotensi turun hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang. “Hujan dengan intensitas tinggi ini diperkirakan masih berlangsung hingga pukul 10.00 WITA,” tambah Sti Nenotek.
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca buruk ini berpotensi meluas ke wilayah lain di NTT, seperti Timor Tengah Selatan, Flores Timur, Sikka, Manggarai, serta beberapa kabupaten di Sumba. Masyarakat diimbau agar waspada terhadap dampak yang mungkin timbul.
Dampak yang perlu diwaspadai antara lain seperti genangan air dan banjir lokal, serta potensi pohon tumbang akibat angin kencang. Pengendara kendaraan diimbau untuk berhati-hati karena jalanan bisa menjadi licin saat hujan deras turun.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami mengimbau semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi cuaca ekstrem ini,” pungkas Sti Nenotek. (lya)









Komentar