GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Gubernur Melki: Perbankan Harus Perkuat Akses KUR untuk UMKM NTT di Era Disrupsi Media

Gubernur Melki: Perbankan Harus Perkuat Akses KUR untuk UMKM NTT di Era Disrupsi Media

NTTBersuara.id,KUPANG,–.Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong perbankan untuk memperkuat akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM di NTT dalam Diskusi Publik peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Diskusi bertema “Peran Perbankan Mendorong Pertumbuhan UMKM di NTT melalui Kredit Usaha Rakyat” ini menghadirkan narasumber Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Adidoyo Prakoso, Kepala OJK NTT Yan J.H. Simarmata, Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus, serta Pengamat Ekonomi Regional James Adam.

Dalam paparannya, Gubernur Melki menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk mendorong optimalisasi penyaluran KUR dengan tetap mengikuti mekanisme perbankan.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah pusat masih membuka peluang penambahan plafon KUR apabila daerah mampu menyerap alokasi yang tersedia.

“Kalau KUR yang sudah diberikan melalui perbankan itu habis dan memang dibutuhkan tambahan, pemerintah pusat siap menambah lagi. Kuncinya ada pada penyerapan di daerah,” ujarnya.

Gubernur NTT Buka Pameran ‘Weaving Wonders’ – Perempuan NTT Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Tenun dan Usaha Komunitas

Gubernur juga memetakan empat persoalan utama UMKM di NTT, yakni akses modal, pendampingan usaha, literasi keuangan, dan akses pasar. Untuk memperkuat akses pasar, Pemprov NTT mendorong pemanfaatan NTT Mart sebagai etalase produk lokal yang gerainya sudah tersebar 22 kabupaten/kota se-NTT.

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menegaskan bahwa KUR bukan dana hibah, melainkan kredit usaha produktif yang wajib dikembalikan.

“Namanya Kredit Usaha Rakyat, jadi harus untuk usaha. Bukan untuk kebutuhan konsumtif. Ini bukan bantuan gratis,” tegas Charlie.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Regional James Adam menekankan pentingnya optimalisasi fungsi pengawasan perbankan sebagai penyalur KUR.

Melalui forum ini, PWI NTT berharap terbangun jembatan komunikasi antara pelaku UMKM dan perbankan sehingga pelaku usaha tidak lagi ragu mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Walikota dan Wawali Kupang Pimpin Operasi Humanis Pekerja Anak – Bantu Keluarga dengan Intervensi Menyeluruh

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement