GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Gubernur NTT: Pelayanan Publik Harus Berdampak Nyata, Evaluasi Kinerja Jadi Prioritas!

Gubernur NTT: Pelayanan Publik Harus Berdampak Nyata, Evaluasi Kinerja Jadi Prioritas!

NTTBersuara.id, KUPANG,– Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menekankan pentingnya pelayanan publik yang berdampak nyata bagi masyarakat dan evaluasi kinerja Perangkat Daerah.

Hal ini disampaikan saat memimpin apel bersama ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Senin 19 Januari 2026 pagi, di halaman depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT.

“Tugas kita adalah lakukan pelayanan publik terbaik yang betul-betul berdampak bagi masyarakat yang kita layani, sesuai tupoksi masing-masing Perangkat Daerah,” tegas Gubernur Melki. “Setiap uang melalui program yang kita keluarkan harus terukur dengan jelas dan dirasakan langsung sesuai kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Gubernur Melki memerintahkan agar evaluasi program kegiatan dan kinerja Perangkat Daerah di tahun 2025 dibereskan di bulan Januari ini.

Ia juga mengapresiasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT atas prestasi di tingkat nasional dalam mendukung ketahanan pangan.

Korban Gempa Flores Bertambah, 33 Orang Meninggal Dunia

“Selama ini kita dipandang daerah yang kering. Namun berkat inovasi, dan perencanaan program yang terukur, serta kerja sama yang solid, kita justru bisa jadi daerah dengan pengembangan pertanian berkelanjutan di daerah semi-kering,” jelas Gubernur Melki.

Lebih lanjut, Gubernur Melki menyinggung hasil evaluasi penanganan stunting di NTT. “Kurangi itu yang namanya rapat-rapat. Atensi anggaran sektor kesehatan khususnya stunting nilainya besar, namun malah kurang berdampak bagi masyarakat penerima manfaat yang membutuhkan. Ini jadi perhatian serius,” tegasnya.

Ia juga menegaskan agar seluruh Perangkat Daerah dalam penyusunan perencanaan program dan kegiatan untuk menyajikan data yang real dan tidak manipulatif. “Jangan sajikan data atas dasar ‘Asal Bapak Senang’ atau untuk kepentingan formal adminsitratif saja. Sajikan saja apa adanya,” terangnya.

Mengakhiri amanatnya, Gubernur Melki Laka Lena juga menekankan terkait disiplin ASN. “Masih saya dengar laporan terkait absensi sidik jadi yang bisa dimanipulasi sistemnya. Bahkan yang titip absen,” ungkap Melki.

“Saya rasa toleransi terkait kedisiplinan ASN cukup setahun kepemimpinan saya dan Pak Wagub Johni. Untuk tahun ini dan ke depan kami tentu akan mengambil langkah tegas agar disiplin dan kinerja ASN lingkup Pemprov bisa meningkat,” pungkas Gubernur Melki.(lya)

Peringatan Tsunami Berakhir, Gubernur NTT: Fokus Penanganan Korban dan Kerusakan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement