NTTBersuara.id, KUPANG,– Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, secara resmi membuka Pelatihan Duta Anti-Hoaks Tahun 2025 yang diikuti oleh perwakilan dari 51 kelurahan di Kota Kupang. Acara pembukaan berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat 5 Desember 2025. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Kupang untuk meningkatkan literasi digital di masyarakat dan memerangi penyebaran informasi palsu atau hoaks.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kupang, Joseph Leonard Kale, menyampaikan bahwa penyebaran hoaks dan disinformasi telah menjadi ancaman serius bagi keharmonisan sosial dan stabilitas pembangunan daerah. Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang telah mengambil langkah strategis dengan meluncurkan program “Kota Bebas Hoaks” sebagai kanal klarifikasi terpercaya bagi masyarakat.
“Penyebaran hoaks dan disinformasi telah menjadi ancaman serius bagi keharmonisan sosial dan stabilitas Pembangunan Daerah,” ujar Joseph Leonard Kale.
Sekda Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dan bersedia menjadi duta anti-hoaks di lingkungan masing-masing. Ia juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam memfilter informasi yang diterima dan tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang belum jelas kebenarannya.
“Atas nama pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih karena Bapak-Ibu hadir untuk mengikuti pelatihan dan menjadi duta anti hoaks di keluarga masing-masing,” kata Jeffry E. Pelt.
Lebih lanjut, Sekda Jeffry Pelt menjelaskan bahwa di era digital saat ini, informasi dapat menyebar dengan sangat cepat dan masif. Oleh karena itu, kemampuan untuk memilah dan memilih informasi yang benar dan akurat menjadi sangat penting. Ia juga mengingatkan bahwa penyebaran hoaks dapat merusak banyak hal, termasuk hubungan sosial, kepercayaan, dan bahkan stabilitas daerah.
“Hari ini anak-anak pun sudah akrab dengan handphone. Teknologi sangat membantu, tetapi kalau disalahgunakan, bisa merusak banyak hal,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Sekda Jeffry Pelt berharap agar pelatihan ini dapat membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi duta anti-hoaks yang efektif. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kota Kupang untuk bersama-sama menciptakan ruang digital yang sehat, cerdas, dan bermartabat.
“Yang paling penting adalah kemampuan memfilter informasi sebelum membagikannya,” pungkasnya. (lya)











Komentar